Menag Sebut Perempuan Berperan Penting Cegah Perilaku Koruptif

Penulis: Antara Pada: Kamis, 08 Mar 2018, 22:35 WIB Humaniora
Menag Sebut Perempuan Berperan Penting Cegah Perilaku Koruptif

MI/BARY FATHAHILAH

MENTERI Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan kekuatan perempuan sangat luar biasa dalam mencegah sikap dan perilaku koruptif di lingkungan keluarga.

"Kekuatan perempuan ada pada kelembutannya mengajarkan kesadaran kepada seluruh anggota keluarga tentang bahaya korupsi," kata Menag saat membuka Sosialisasi Program Pencegahan Korupsi Training of Trainer (ToT) di Jakarta, Kamis (8/3).

Dalam kegiatan yang mengambil tema 'Pencegahan Korupsi Berbasis Keluarga' itu, Menag menggarisbawahi pentingnya memunculkan kesadaran tersebut. Faktor kesadaran merupakan modal penting menjauhkan budaya korupsi sejak di lingkungan terkecil, yaitu keluarga.

"Sebab, bagaimana pun korupsi sejatinya mendatangkan kerugian tidak hanya diri sendiri, tetapi juga orang lain. Perkara yang sama sekali dilarang agama mana pun," jelas Lukman.

Menag juga sempat berdialog dengan para serta tentang asal mula pemicu korupsi. Dari berbagai paparan argumentatif peserta, Menag menggarisbawahi selain faktor eksternal berupa sistem yang memancing tindak pidana korupsi, faktor internal yang tak kalah penting adalah ketidakmampuan mengendalikan nafsu duniawi yang terlewat batas.

"Hidup untuk membiayai gaya hidup dan gengsi sementara pendapatan tak akan pernah cukup menutupi gaya hidup. Ada gengsi seakan istri pejabat gaul sama sosialita. Ada tuntutan gaya hidup. Masa istri pejabat ngopi di kafe kelas mewah. Kalau tidak punya qanaah pasti akan merasa kurang saja dalam hidup dan ujung-ujungnya pasti korupsi," katanya.

Ia pun mengajak segenap peserta yang merupakan istri pejabat di lingkungan Kemenag menjadi garda terdepan melakukan pencegahan
tindak pidana korupsi. Peran strategis perempuan diyakini mampu memaksimalkan sektor tersebut, apalagi perannya berbasis keluarga.

"Kita sedang menorehkan sejarah untuk generasi ke depan agar punya kesadaran perangi korupsi. Selaku Menag saya bersyukur dan apresiasi atas inovasi perubahan gerakan antikorupsi," paparnya.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Panjaitan, mengingatkan perang melawan korupsi hakikatnya bukan saja tugas KPK, melainkan tugas semua pihak, tak terkecuali perempuan dan kaum ibu.

"Tugas KPK hanyalah pendorong dan pemacu semua kementerian, pemerintah provinsi, kabupaten, kota, dan seterusnya. Visi utama kita adalah pencegahan," katanya.

Dia menjelaskan, para ibu dan perempuan penting dilibatkan memberantas korupsi karena berdasarkan sejumlah hasil riset KPK 2012 di sejumlah daerah terungkap hanya empat persen anak yang diajarkan kejujuran oleh ibu.

Sementara sebanyak 80% pendidikan diperoleh dari ibu, dan 50% lebih penduduk Indonesia adalah perempuan.

"Kita anggap andai seluruh perempuan kita ajak bersama sesuai dengan pekerjaaan masing-masing jaksa, hakim, PNS selalu ingatkan korupsi. Kalau di rumah ingatkan anak, adik, suami, dan di kantor ingatkan teman-teman rasanya pencegahan akan ringan," katanya sembari mengajak ibu-ibu mengenali, memahami, mengingkatkan, lalu melaporkan tindak pidana korupsi agar bisa melindungi suami dan anak atau keluarga dari perbuatan melanggar hukum tersebut.

Sementara itu, Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenag, Nurkholis Setiawan, mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk upaya melakukan pencegahan korupsi di internal.

Kemenag bekerja sama dengan Gerakan Saya Perempuan Antikorupsi (SPAK), sebuah gerakan antikorupsi hasil kerja sama Australia-Indonesia Partnership for Justice (AIPJ) dan KPK.

Menurut dia, perempuan bisa berpartisipasi melakukan pencegahan korupsi apa pun latarbelakang pendidikan dan pekerjaaannya. Pihaknya menginisiasi mencetak kader perempuan di internal Kemenag melalui kegiatan ini bekerja sama dengan AIPJ dan KPK.

Sebanyak 110 peserta yang terdiri atas istri pejabat eselon I pusat dan istri kepala kantor wilayah kementerian agama berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kegiatan serupa juga pernah dihelat dengan jumlah peserta 64 orang.

"Jika ditotal akan ada 174 kader antikorupsi dan semoga bisa menginspirasi kaum pria untuk melakukan kegiatan yang sama," katanya. (OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More