Jembatan Beton Picu Banjir

Penulis: (KG/J-1) Pada: Jumat, 09 Mar 2018, 06:17 WIB Megapolitan
Jembatan Beton Picu Banjir

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

BANJIR di Kota Depok diduga disebabkan saluran air tertutup jembatan beton. Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok mencatat lebih dari 100 jembatan beton menutupi saluran air maupun anak Sungai Ciliwung. Kasatpol PP Kota Depok Yayan Arianto mengatakan jembatan beton tersebut menyebabkan saluran mampat dan dipenuhi sampah.

Yayan menyesalkan instansi terkait lalai dalam pengawasan. "Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok harusnya mengawasi sehingga tidak ada aktivitas warga di atas saluran air maupun anak-anak Sungai Ciliwung," tandasnya, kemarin.

Salah satu contoh, katanya, saluran air di Jalan Raya Citayam, Cipayung, dekat Restoran Mpo Eli. Dinas PUPR melalui Bidang Sumber Daya Air seharusnya menertibkan hal tersebut. Satpol PP telah memeriksa lokasi dan menghadirkan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Depok, Citra, bagian perizinan Kota Depok, serta pengelola restoran. Menurut Yayan, jembatan beton tersebut harus dibongkar dan dikembalikan ke fungsi semula.

Ke depan, pihaknya rutin menggelar penertiban jembatan beton di atas saluran air cabang timur, cabang tengah, dan barat agar warga tidak kebanjiran saat hujan turun.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More