Tersangka Alkes belum Ditahan

Penulis: (Mal/J-1) Pada: Jumat, 09 Mar 2018, 06:05 WIB Megapolitan
Tersangka Alkes belum Ditahan

Ist

DUA petinggi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta Barat, yang diduga terlibat korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) belum dinonaktifkan dari jabatan mereka. Pihak rumah sakit masih menunggu pemberitahuan resmi dari Kejaksaan Negeri Jakarta Barat.

"Betul, kedua oknum itu masih kerja. Kami menunggu surat resmi dari kejaksaan. Sampai sekarang belum kami terima. Kami pada intinya bersikap kooperatif jika diperlukan kejaksaan," jelas Direktur RSUD Cengkareng, Sugiono Kesuma Karo-Karo, kamis (8/3).

Pegawai dimaksud ialah DYM yang saat ini menjabat Wakil Direktur RSUD Cengkareng. Saat pengadaan alkes pada 2014, ia merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK). Selanjutnya AA juga masih bekerja sebagai Kepala Bagian Rumah Tangga RSUD Cengkareng. Selain kedua pegawai RSUD Cengkareng tersebut, Kejari Jakbar juga menetapkan FS, Direktur PT HSR, mitra perusahaan lelang yang memenangi tender alkes, sebagai tersangka.

Kepala Seksi Intel Kejari Jakbar Teguh Ananto mengatakan ketiga tersangka terlibat dalam pengadaan 13 item alkes pada 2014 dengan nilai kontrak sebesar Rp10,8 miliar. Ketiga tersangka belum ditahan. Teguh menyebut masih akan memeriksa saksi dan tersangka.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More