Dampak Penguatan Dolar AS Perlu Diwaspadai

Penulis: (Tes/Ant/E-1) Pada: Jumat, 09 Mar 2018, 03:01 WIB Ekonomi
Dampak Penguatan Dolar AS Perlu Diwaspadai

ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

KEPALA Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai penguatan dolar AS terhadap hampir seluruh mata uang di dunia, termasuk Indonesia, perlu diwaspadai.

Menurut Bambang, pernyataan Gubernur bank sentral AS, The Fed, Jerome Powell yang menyebutkan AS perlu lebih agresif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi mengirim sinyal ke pasar di seluruh dunia sehingga dolar menguat.

Bambang menekankan pemerintah harus mengantisipasi potensi keluarnya arus modal (capital outflow) dari negara berkembang kembali ke AS. "Yang challenging itu outflow. Saat ini indeks terkoreksi cukup lumayan, trading surat utang negara kita juga yield-nya naik. Tentu ini perlu kita waspadai," ujar Bambang saat serah terima pelaksana Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (PP ISEI) di Kantor Bappenas, Jakarta, kemarin.

Bambang menuturkan, meski nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah, ketahanan rupiah harus tetap diperkuat. Ia menyebut Bank Indonesia tentunya sudah mengantisipasi hal itu dengan melakukan intervensi.

Namun, lanjut Bambang, ketahanan rupiah perlu diperkuat tidak hanya secara operasional, tapi juga fundamental yakni dengan meningkatkan ekspor tidak hanya dari sisi barang, tapi juga dari sisi jasa yakni sektor pariwisata.

"Dari sisi neraca jasa, kita juga punya ekspor jasa. Di situlah salah satu prioritas pemerintah yang memang tengah terus digencarkan, yaitu untuk bisa memperkuat rupiah secara permanen," kata Bambang.

Kemarin, nilai tukar rupiah diperdagangkan pada level 13.762 per dolar AS. Angka tersebut tidak banyak berubah jika dibandingkan dengan sejak pekan lalu.

Sementara itu, perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami rebound sehingga ditutup naik 0,77% ke level 6.417.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More