Kemenristek Perlu Ingatkan STT Setia

Penulis: (RO/H-3) Pada: Kamis, 08 Mar 2018, 06:51 WIB Humaniora
Kemenristek Perlu Ingatkan STT Setia

Ist

KEMENTERIAN Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) diminta mengingatkan kembali kesepakatan yang pernah diputuskan dalam kasus dugaan penerbitan ijazah palsu oleh STT Setia di Jakarta Timur.

"Dalam kesepakatan Kemenristek-Dikti dan STT Setia pada 2011 disetujui mereka yang jadi korban penerbitan ijazah palsu akan dikuliahkan oleh STT Setia. Namun, sampai kini korban belum dikuliahkan," ungkap kuasa hukum korban ijazah palsu Yakob Budiman Hutapea di Jakarta, kemarin.

Yakob menyayangkan Kemenristek-Dikti sebagai lembaga pengawas mestinya turut mengawal kesepakatan itu, tapi hal ini tidak dilakukan. STT Setia pada 2003-2009 menyelenggarakan program pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) dan meluluskan 654 mahasiswa. Namun, ijazah mereka tak diakui karena Kemenristek-Dikti belum memberi izin penyelenggaraan PGSD di STT Setia. Saat ini, kasus itu memasuki putusan sela di PN Jakarta Timur.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More