Permata Bank Luncurkan Layanan Pemindai Suara

Penulis: Indrastuti Pada: Kamis, 08 Mar 2018, 19:48 WIB Ekonomi
Permata Bank Luncurkan Layanan Pemindai Suara

ANTARA

PERMATA Bank memperkenalkan layanan pemindai suara biometrk Voice ID yang baru pertama kali diterapkan perbankan di Indonesia. Layanan ini digunakan untuk layanan call center PermataBank yaitu PermataTel.

“Voice ID merupakan inovasi untuk meningkatkan experience nasabah permata, agar nasabah bisa mendapatkan pelayanan yang lebih cepat dan mudah,” jelas Direktur Teknologi dan Operasi PermataBank Abdy Salimin dalam acara peluncuran di Jakarta, Kamis (8/3).

Pemindai suara biometrik yang diterapkan dalam Voice ID merupakan teknologi identifikasi dengan menggunakan pola suara tiap individu.

Identifikasi untuk autentifikasi berbasis suara dilakukan dengan validasi suara oleh sistem ketika nasabah melakukan panggilan telepon melalui PermataTel. Proses autentifikasi ini menyingkat waktu verifikasi dari 2 menit menjadi hanya 45 detik.

“Setiap tahun, ada 2,3-2,5 juta nasabah yang melakukan panggilan ke call center dengan berbagai masalah, misalnya kartu hilang. Jika kartu hilang tentu nasabah akan kesulitan mengingat nomer kartunya untuk verifikasi data. Voice ID ini menjadi salah satu solusi yang memudahkan,” lanjut Abdy.

Ia menambahkan, tingkat keamanan pemindai suara biometrics mencapai 99%.

Layanan ini melengkapi layanan berbasis teknologi PermataBank sebelumnya, yaitu Finger ID (pindai jari) dan Facial ID (pindai suara). Head Service Quality, OPEX & Contact Center PermataBank Gunawidjaja menyatakan, pemindai suara biometrik menggunakan lebih dari 50 faktor suara fisik dan perilaku.

Karakteristik perilaku meliputi pengucapan, penekanan, kecepatan bicara dan aksen, sedangkan karakteristik fisik mencakup sifat fisik khas saluran vokal, saluran hidung dan sebagainya.

“Pemindaian suara dilakukan secara seamless, dalam percakapan biasa. Jadi sistem akan memindai tanpa ada campur tangan manusia untuk menghindari fraud,” jelas Gunawidjaja.

Penggunaan Voice ID juga mempertimbangkan jenis transaksi, jika ada permintaan yang berisiko, maka akan ada pertanyaan tambahan untuk verifikasi.

Praktisi Teknologi Informasi dan ahli keamanan informasi Budi Rahardjo yand hadir dalam acara peluncuran menambahkan, salah satu kesulitan dalam memberikan layanan tanpa tatap muka adalah identifikasi seseorang, baik pengguna atau penyedia jasa.

“Proses autentifikasi menggunakan tiga faktor, yaitu sesuatu yang kita miliki, misalnya KTP, sesuatu yang kita ketahui, contohnya PIN (Personal Identification Number) dan sesuatu yang ada pada kita. Bisa jadi sidik jari, wajah, DNA, dan suara,” ujar Budi.

Menurut Budi, tingkat kemanan pemindai suara biometrik dapat diandalkan menginat teknologi pemindai suara sudah cukup berkembang.

“Perubahan suara ketika sakit batuk atau perubahan dialek nasabah akan dapat teridentifikasi mesin pemindai. Bahkan pemindai dapat mengenali suara nasabah yang berupa rekaman yang akan menyatakan ketidakcocokan dalam verifikasi. Pemindaian secara seamless dalam percakapan juga memperkecil risiko keamanan,” jelasnya lebih lanjut. (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More