Lagi, Pelaku Ujaran Kebencian Diringkus

Penulis: Sri Utami Pada: Kamis, 08 Mar 2018, 17:20 WIB Megapolitan
Lagi, Pelaku Ujaran Kebencian Diringkus

thinkstock

SEORANG pria berinisial KB, 30, menjadi tersangka ujaran kebencian, berita bohong dan pornografi. Pria lulusan teknik IT di Bekasi ini diringkus aparat Ditrektorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Rabu (7/3) sekitar pukul 24.00 wib di Cakung, Jakarta Timur.

Kesubdit I Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar menerangkan tersangka menyebar ujaran dengan konten Sara, pornografi dan kebohongan melalui blog yang dibuatnya selama satu tahun terakhir.

"Modusnya, KB membuat blog di layanan blog gratis, blogspot dengan nama akun yang mirip dengan nama sejumlah media besar. Hampir semua media ada, misalnya Media Indonesia, Detik, Tempo," ujarnya di Jakarta, Kamis (8/3).

Selain mencatut nama media, dia juga mampu meretas lebih dari seribu akun Facebook untuk menyebarkan informasi dengan konten pidana tersebut.

"Dari pembuatan blogspot ini, tersangka memperoleh keuntungan dari jumlah clickers. Konten hoaks diunggahnya di blogspot yang dibuatnya," terangnya.

Sejumlah konten yang pria sakit hati ini di antaranya isu kebangkitan PKI, penganiayaan ulama, dan penghinaan terhadap pejabat negara seperti Ketum PBNU Said Aqil, Ketum Partai Gerindra, Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, dan Imam Besar ormas Front Pembela Islam Rizieq Shihab.

"Dari hasil penyeidikan sementara ini dia bekerja sendiri. Dia tidak tergabung dengan kelompok MCA. Latar belakang dia melakukan ini karena sakit hati sebab dia termasuk kelompok minoritas," kata irwan.

Dari tindakan tersangka ini aparat masih mencari dugaan pemesan jasa pria yang pernah bekerja sebagai wartawan tersebut. Aparat juga lanjut Irwan akan bekerja sama dengan perbankan untuk mengetahui muasal uang yang didapatkan tersangka.

"Kami kerja sama juga dengan perbankan untuk mengetahui uang yang dia dapat. Terakhir uangnya tersisa US$900," ungkapnya

Dari seribuan akun FB tersebut, ada tiga pemilik akun FB yang melaporkan peretasan akun FB ke polisi. Atas perbuatannya, pelaku disangkakan dengan pasal berlapis termasuk Pasal 45 A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 dan/atau Pasal 45 B juncto Pasal 29 UU ITE. Pasal 156 KUHP dan Pasal 14 ayat 2 atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Sementara itu, Wakapolri, Komjen Safruddin menegaskan pihaknya harus menindak tegas pelaku ujaran kebencian tanpa pandang bulu.

"Pokoknya tangkap semua pelaku yang melanggar UU ITE tidak usah pandang bulu," tegasnya.

Dia juga meminta anggotanya untuk mengejar kelompok ujaran kebencian yang berada di Taiwan dan Korea.

"Akan dikembangkan semua ada pelakunya di luar negeri. Tunggu saja ini belum lengkap, ini baru 40% tinggal 60% lagi," tandasnya. (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More