Anies Sebut Tidak Ada Urgensi Buka Jalan Jatibaru

Penulis: Nicky Aulia Widadio Pada: Kamis, 08 Mar 2018, 16:14 WIB Megapolitan
Anies Sebut Tidak Ada Urgensi Buka Jalan Jatibaru

MI/Pius Erlangga

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menilai tidak ada urgensi untuk membuka kembali Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Hal ini menanggapi ancaman somasi dari perwakilan sopir angkot M08 Tanah Abang-Kota, Abdul Rosyid jika Anies tidak membuka kembali Jalan Jatibaru Raya dalam lima hari sejak Rabu (7/3).

"Artinya kalau (Jalan Jatibaru Raya) harus dibuka, itu karena urgensi apa gitu yang membedakan dibandingkan dengan bulan lalu. Sekarang kan enggak ada yang beda," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (8/3).

Dia berkilah jika pun membuka jalan itu, belum tentu menjadi solusi yang bisa menyelesaikan seluruh masalah yang ada di Tanah Abang.

"Ini bukan sekadar buka tutup, ini solusi yang lengkap jadi jangan sampai sekedar kita, oh buka oh tutup, bukan. Yang penting adalah solusi untuk keseluruhan di Tanah Abang dan sampai dengan hari ini kita belum lihat ada sesuatu yang berbeda sebetulnya," tambah dia.

Sebelumnya, Abdul Rosyid datang ke Balai Kota menyampaikan surat kepada Anies soal rencananya mensomasi mantan Menteri Pendidikan RI tersebut. Rosyid menilai, solusi OK-Otrip yang ditawarkan kepada sopir angkot pun masih mentah.

Ada sejumlah poin yang tidak ia setujui, yakni target tempuh armada per hari sejauh 170 hingga 175 kilometer, dan tarif kompensasi per kilometer yang belum ditetapkan besaran revisinya. Saat ini, pengusaha angkot dibayar Rp3.459 per kilometer per armada.

Anies menilai, pihaknya lebih baik membicarakan teknis OK-Otrip ketimbang memikirkan opsi membuka kembali Jalan Jatibaru Raya.

"Kalau masalahnya di OK Otrip kita bicarakan OK Otripnya. Itu yang saya maksud tadi. Bila masih ada masalah ya kita bicarakan masalahnya tapi bukan kemudian semata-mata membatalkan semuanya," ucap dia. (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More