Kemenristek Dikti Rancang Program Kuliah Daring untuk Mahasiswa

Penulis: Agus Utantoro Pada: Kamis, 08 Mar 2018, 14:44 WIB Humaniora
Kemenristek Dikti Rancang Program Kuliah Daring untuk Mahasiswa

Ist

DIREKTORAT Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) berencana memberi kesempatan mahasiswa satu perguruan tinggi mengikuti pembelajaran mata kuliah di perguruan tinggi secara daring (online).

Hal itu disampaikan Dirjen Belmawa Kementerian Ristek Dikti, Intan Achmad pada peresmian Digital Library Universitas Negeri Yogyakarta, Kamis (8/3).

Dikatakan, jika mahasiswa kemudian memngambil mata kuliah di perguruan tinggi, ujarnya, nantinya akan mendapatkan semacam 'sertifikat' dari perguruan tinggi mana dia mengambil mata kuliah itu yang selanjutnya dapat disahkan di perguruan tinggi asal yang menyatakan telah menyelesaikan satu mata kuliah tertentu.

Menurut Dirjen, jika program tersebut berhasil dijalankan, hal itu diharapkan dapat mengurangi disparitas nilai di antara perguruan tinggi. Ia mengungkapkan, sejauh ini yang terjadi nilai yang diterima oleh mahasiswa satu perguruan tinggi bisa jadi berbeda dengan nilai yang sama yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi lainnya.

"Banyak kita temukan, misalnya, nilai A di perguruan tinggi A ternyata berbeda dengan nilai A di perguruan tinggi B atau yang lainnya," katanya.

Karena itu, ujarnya melalui digital library atau perpustakaan digital ini nantinya diharap akan membantu mengurangi disparitas tersebut.

Menurut dia, saat ini sudah berada di abad digital, sehingga peluang-peluang yang memungkinkan dilakukan melalui kemajuan digital itu harus dimanfaatkan. Berbeda dengan masa lalu, ujarnya, perpustakaan selalu diisi dengan buku secara fisik namun sekarang tidak demikian.

Di sisi lain, imbuhnya, pada masa lalu guru menjadi pusat penyampaikan ilmu kepada siswa atau mahasiswa. Sementara pada pada masa sekarang, guru lebih berfungsi sebagai fasilitator.

"Sumber ilmu bisa dari mana-mana tidak lagi harus dari guru," katanya.

Meski demikian, Prof Intan Achmad menegaskan pendapatnya bahwa pembelajartan tidak boleh sepenuhnya mengandalkan sistem online tetapi tetap harus ada tatap muka antara dosen dengan mahasiswa.

"Meski sudah di era digital, menurut pendapat saya face to face tetap harus dilakukan," tegasnya.

Sementara di sisi lain, kemajuan digital harus dimanfaatkan untuk meningkatkan modus-modus pembelajaran yang lebih baru. Digital Library UNY ini, katanya terkoneksi dengan sejumlah perguruan tinggi lainnya, sehingga masing-masing perguruan tinggi dapat memanfaatkan. Untuk saat ini, imbuhnya, baru memiliki 73 modul dari 100-an modul.

Disebutkan pengadaan digital library ini merupakan bantuan dari International Development Bank (IDB). Perpustakaan Digital UNY ini menyediakan 350 unit komputer yang dapat digunakan oleh pemustaka untuk mengakses berbagai informasi di perpustakaan tersebut.

Perpustakaan Digital UNY ini terdiri empat lantai, lantai I terdapat 100 unit komputer iMac untuk pemustaka yang akan mengakses digital library dan mencari koleksi jurnal e-book, lantai II untuk private room bagi pemustaka yang akan mengakses dengan 76 pc iMac di bilik-bilik yang tersedia.

Di lantai III tersedia ruang diskusi dan ruang audio serta tersedia 45 unit komputer iMac dan lantai IV adalah ruang seminar berkapasitas 300 orang yang dilengkapi dengan fasilitas video conference. (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More