Gagal Ginjal Telan Biaya Terbesar kedua

Penulis: Indriyani Astuti Pada: Kamis, 08 Mar 2018, 14:08 WIB Humaniora
Gagal Ginjal Telan Biaya Terbesar kedua

KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR

SETELAH penyakit jantung, gagal ginjal merupakan penyakit katastropik kedua yang membebani biaya kesehatan dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sejak 2014 terjadi peningkatan biaya untuk penyakit ginjal.

"Gagal ginjal termasuk yang paling banyak menghabiskan biaya kesehatan. Pada 2016 mencapai Rp2,5 triliun," kata Kepala Subdirektorat Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Kementerian Kesehatan Zamhir Setiawan, dalam acara diskusi terkait Hari Ginjal Sedunia di Jakarta, kemarin.

Sebagian besar penyakit ginjal kronis, lanjutnya, tidak terdeteksi. Sebab itu, kata Zamhir, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menganjurkan agar masyarakat rutin mengukur tekanan darah dan memeriksa kadar gula dalam darah di Posbindu Penyakit Tidak Menular yang ada di lingkungan masing-masing.

"Salah satu cara mencegah penyakit ginjal kronis adalah mengetahui faktor risiko dan mengendalikannya. Ada tiga penyebab utama penyakit ginjal kronis, yaitu hipertensi atau tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas," jelasnya lagi.

Lebih lanjut, Zamhir mengatakan, beberapa upaya yang dilakukan Kemenkes untuk pencegahan dan pengendalian penyakit ginjal kronik, diantaranya meningkatkan promosi kesehatan dengan perilaku Cerdik. Yang dimaksud cerdik, yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin olahraga, Diet seimbang, Istirahat cukup dan Kelola stress.

Fokus perempuan

Di tempat terpisah, Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) dr Aida Lydia, SpPD-KHG mengatakan penyakit ginjal kronik merupakan masalah kesehatan di dunia dengan komplikasi gagal ginjal dan kematian.

"Gagal ginjal kronik merupakan penyebab kematian nomor delapan tertinggi pada perempuan. Hampir 600 ribu kematian setiap tahunnyan," ujar Aida dalam diskusi bertajuk Ginjal, Kesehatan & Perempuan' yang diselenggarakan oleh Pernefri, Kementerian Kesehatan dan perusahaan Baxter di Jakarta.

Lebih lanjut, Aida menuturkan, saat ini terdapat 195 juta perempuan di seluruh dunia menderita gagal ginjal kronik. Adapun menurut data Renal Registy Indonesia 2016, pasien yang menjalani cuci darah sekitar 46% lebih perempuan. Menurut Aida, besarnya masalah kesehatan ginjal pada perempuan belum diwaspadai bersama.

"Jumlah perempuan yang menjalani dialisis atau terapi pengganti ginjal lebih rendah dibanding pria. Setidaknya ada tiga alasan diantaranya perjalanan penyakit ginjal kronik yang lebih lambat pada perempuan, rendahnya kesadaran akan penyakit ginjal yang menyebabkan keterlambatan atau tidak dimulainya dialisis, dan akses kesehatan yang tidak merata," paparnya.

Di acara yang sama, dr Suskhan Djusad SpOG (K) dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo mengatakan, preeklamsi pada ibu hamil disebut menjadi salah satu penyebab terjadinya penyakit ginjal kronik pada perempuan.

Hari Ginjal Sedunia diperingati setiap tahunnya pada minggu kedua Maret. Pada 2018, jatuh pada 8 Maret. Adapun tema yang diusung adalah Ginjal dan Kesehatan Perempuan.

Tujuannya, untuk mempromosikan pencegahan penyakit ginjal dan akses kesehatan yang terjangkau. (X-7)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More