Setelah Anies Jadi Gubernur Baru Proyek ini Jadi

Penulis: Rudy Polycarpus/Putra Ananda/X-5 Pada: Kamis, 08 Mar 2018, 08:47 WIB Megapolitan
Setelah Anies Jadi Gubernur Baru Proyek ini Jadi

MI/RAMDANI

ADA yang unik dalam kegiatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika untuk kesekian kalinya meninjau proyek mass rapid transit (MRT) di Jakarta, kemarin. Tidak biasanya, Jokowi didampingi Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Turut mendampingi pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menhub Budi Karya Sumadi, dan Dirut PT MRT Jakarta William Sabandar.

Rombongan memulai blusukan di Stasiun Bundaran HI pada pukul 15.00 WIB. Setelah berkeliling di bawah, Jokowi melanjutkan kunjungan ke Stasiun Bundaran Senayan. Rombongan lalu masuk ke platform stasiun pada kedalaman 20 meter dan melihat-lihat konstruksi terowongan.

Seusai meninjau lokasi itu, Jokowi mengungkapkan alasan dirinya mengajak Surya Paloh menunjau proyek MRT.

"Sudah lama tidak bertemu. Beliau muter ke Maluku, Papua, Jabar, telepon saja sulit. Kemarin, saya telepon, ada (waktu) ya sudah. Karena waktu saya juga mepet sekali, ya sudah. 'Pak Surya Paloh, besok sore ketemu saja di MRT. Beliau bilang bisa'," kata Jokowi menjawab wartawan. Surya tersenyum mendengarkan Presiden. Pun dengan Anies dan Budi Karya.

Surya mengaku terhormat mendapatkan undangan Presiden. "Kehormatan bagi saya sebagai warga negara Indonesia, kebetulan ketua umum parpol, diajak Pak Presiden melihat langsung progres pembangunan MRT," ujarnya.

Menurutnya, proyek MRT sudah lama diimpikan warga Jakarta. "Proyek ini dicita-citakan pada waktu Bapak Gubernur kita, Bung Anies, masih remaja. Jadi dari remaja, Anies bercita-cita, berharap ada proyek seperti ini yang bisa dinikmati warga Ibu Kota serta kebanggaan bangsa," ujar Surya.

"Insya Allah, setelah Pak Anies jadi gubernur (DKI Jakarta), baru proyek ini jadi," lanjutnya. Sontak pernyataan Surya itu memancing tawa Jokowi dan Anies. Tawa belum habis, Surya berkata, "Sudah itu saja komentar saya."

Baik Jokowi maupun Surya tidak menjelaskan apakah dalam pertemuan itu sempat membicarakan politik. Selama kunjungan, keduanya tidak tampak bicara khusus empat mata.(Rudy
Polycarpus/Putra Ananda/X-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More