1965: Gedung DPR Berdiri

Penulis: Administrator Pada: Kamis, 08 Mar 2018, 08:43 WIB Humaniora
1965:  Gedung DPR Berdiri

MI/Agus Mulyawan

GEDUNG Dewan Perwakilan Rakyat atau Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR/DPR) didirikan pada 8 Maret 1965. Saat itu, Presiden Soekarno mencetuskan penyelenggaraan Conefo (Conference of the New Emerging Forces). Pemancangan tiang pertama pembangunan proyek political venues di kompleks Senayan Jakarta bertepatan dengan Perayaan Dasawarsa Konferensi Asia-Afrika pada 19 April 1965.

Rancangan Soejoedi Wirjoatmodjo Dpl Ing ditetapkan dan disahkan Presiden pada 22 Februari 1965. Maketnya menampakkan seluruh bangunan kompleks. Pembangunan kompleks ini dilanjutkan pemerintah Orde Baru pimpinan Presiden Soeharto. Nuansa danau buatan tidak tampak dan bangunan kompleks terlihat ketika melewati Jalan Gatot Subroto. Ruang Arkada di bawah tanah ditiadakan.

Luasnya menjadi 60 ha, dengan luas bangunan sekitar 80 ribu m2. Setelah berdiri, kompleks MPR/DPR terdiri dari Gedung Utama (Nusantara) yang berbentuk kubah, Nusantara I atau Lokawirasabha setinggi 100 meter dengan 24 lantai, Nusantara II, Nusantara III, Nusantara IV, dan Nusantara V.

Di tengah halaman terdapat air mancur dan Elemen Elektrik. Di kompleks ini juga berdiri gedung sekretariat jenderal dan sebuah masjid. Atas amendemen Undang-Undang Dasar 1945, dalam Kompleks MPR/DPR telah berdiri bangunan baru untuk Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More