Indonesia Berhasil Bantu Bebaskan Dua Komedian WNI di Hong Kong

Penulis: Irene Harty Pada: Rabu, 07 Mar 2018, 19:11 WIB Internasional
Indonesia Berhasil Bantu Bebaskan Dua Komedian WNI di Hong Kong

Ist

KONSULAT Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hongkong telah berhasil membantu dua terdakwa komedian Warga Negara Indonesia (WNI), Cak Percil (Deni Afriandi) dan Cak Yudho (Yudo Prasetyo) hingga mendapat putusan bebas pada sidang lanjutan di Pengadilan Shatin, Hong Kong pada Rabu (7/3) siang.

Dalam pernyataan resmi KJRI Hong Kong pada waktu yang sama, Konjen RI, Tri Tharyat menyatakan hakim telah mempertimbangkan dengan baik perhatian yang diberikan oleh Konjen RI kepada dua terdakwa, yakni berupa kehadiran dan surat dari Konjen RI kepada hakim untuk membantu meringankan hukuman bagi keduanya.

Hakim juga berpendapat bahwa ada keadaan khusus dalam kasus ini yang berbeda dengan pelanggaran keimigrasian lainnya sehingga kedua terdakwa dibebaskan dari hukuman penjara yang lebih lama.

Selain itu, pengakuan bersalah dari kedua komedian tersebut juga menjadi bahan pertimbangan hakim.

KJRI Hong Kong juga sedang mempersiapkan kepulangan keduanya ke Tanah Air dan berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan.

"AlhamduIilIah.. Saya bersyukur bahwa hakim mempertimbangkan secara sungguh-sungguh bantuan dan perhatian KJRI Hong Kong, serta surat yang saya tulis atas nama Pemerintah RI untuk mempertimbangkan hukuman yang seadil-adilnya bagi keduanya," tutur Tri, Rabu (7/3).

Ditemui di kantornya, Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi turut menyambut baik hasil putusan tersebut dan siap membantu kepulangan mereka.

"Tentunya kita patut bersyukur bahwa hari ini, dua komedian kita, Cak Yudho dan Cak Percil dibebaskan dan sudah bersama Konjen RI di Hong Kong. Dari dua hari lalu, saya koordinasi terus dengan Konjen Hong Kong untuk persiapan sidang hari ini, antara lain pendampingan hukum dan sebagainya," ungkap Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi ditemui di Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI), Jakarta pada waktu yang sama.

Retno juga mengaku secara khusus berkomunikasi dengan otoritas di Hong Kong tentang duduk persoalannya sehingga apapun hasil sidang merupakan hasil putusan yang adil untuk kedua WNI tersebut.

"Alhamdulilah dengan semua upaya KJRI Hong Kong, maka dua WNI kita sudah dibebaskan dan akan segera kembali ke Tanah Air secepatnya, dalam hitungan hari," lanjutnya.

Pihak keluarga masing-masing telah dihubungi oleh KJRI dan keluarga telah berkomunikasi dengan kedua komedian serta Kementerian Luar Negeri RI.

"Sekali lagi kita patut bersyukur dua WNI kita dibebaskan dan siap kembali ke Tanah Air," imbuh Retno.

Sebelumnya kedua pelawak itu dijatuhi hukuman pidana penjara enam minggu dengan masa percobaan 18 bulan karena melanggar izin kunjungan ke negara tersebut dengan tuduhan penyalahgunaan visa.

Keduanya ditangkap otoritas Hong Kong pada, Minggu (4/2), karena mengisi acara yang diselenggarakan komunitas BMI (Buruh Migran Indonesia) Hong Kong dan menerima bayaran setelahnya.

Tindakan tersebut diduga melanggar Undang-undang Imigrasi Hong Kong karena keduanya memegang visa turis. Itu menjadi bukti permulaan yang cukup atas penyalahgunaan visa turis yang dilakukan Cak Yudho dan Cak Percil.

Keduanya sempat ditahan di pusat detensi imigrasi dan dipindahkan ke lapas Lai Chi Kok saat proses hukum berlangsung.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal pada Kamis (8/2) menyatakan KJRI di Hong Kong telah mendapat akses kekonsuleran untuk menemui kedua WNI tersebut dan keduanya mendapat pendampingan hukum daari KJRI.

"Pastinya kami akan memberikan pendampingan hukum dan jika terbukti bersalah hukuman paling ringan adalah deportasi. Kami kedepankan ketidaktahuan mereka tentang aturan imigrasi Hong Kong," tukas Iqbal. (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More