Teknologi Sumbang Solusi Masalah Kesehatan

Penulis: Administrator Pada: Rabu, 07 Mar 2018, 07:30 WIB Kesehatan
Teknologi Sumbang Solusi Masalah Kesehatan

DOK. PRISMA PR

KESEHATAN merupakan salah satu unsur utama kehidupan. Akses terhadap layanan kesehatan merupakan hak asasi setiap manusia. Indonesia telah membuat lompatan besar dengan menjalankan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Program tersebut secara signifikan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Namun, masih ada PR-PR lain di bidang kesehatan yang belum terselesaikan, utamanya yang terkait dengan masih minimnya jumlah dokter spesialis, ditambah sebarannya yang tidak merata, kualitas dan kuantitas fasilitas kesehatan yang belum merata di seluruh daerah, serta kondisi geografis Indonesia yang kadang menjadi kendala masyarakat saat menuju fasilitas kesehatan.

“Sejatinya, teknologi kesehatan bisa menyumbang solusi atas permasalahan tersebut,” ujar Direktur Philips Indonesia Suryo Suwignjo sebagai salah satu pihak yang berkecimpung dalam penyediaan alat-alat dan teknologi kesehatan, di Jakarta, kemarin.

Ia mencontohkan sebuah alat ultrasonografi (USG) portabel Philips Lumify. Alat USG mini itu bisa dibawa tenaga kesehatan ke tempat pasien yang memerlukan, termasuk ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Alat USG itu digunakan bersama gawai berbasis Android.
Melalui layar gawai tersebut, dokter maupun petugas kesehatan lain bisa melihat hasil pemeriksaan melalui citra yang dihasilkan. Hasil pemeriksaan itu juga bisa disimpan untuk keperluan konsultasi maupun analisis lebih lanjut.

Selain itu, ada teknologi teleradiologi. Konsepnya, tenaga kesehatan di suatu tempat melakukan pemeriksaan radiologi, kemudian mengirimkan hasilnya melalui jaringan internet kepada dokter ahli radiologi di tempat lain untuk dianalisis. Hasilnya dipakai untuk menentukan penanganan lebih lanjut terhadap pasien.

Tentu saja teknologi itu bisa mengatasi minimnya jumlah dokter ahli radiologi dan mempercepat penanganan pasien. “Teknologinya sudah sangat memadai, tapi saat ini belum bisa diterapkan secara maksimal karena sejumlah kendala, termasuk soal regulasi,” kata Suryo.

Tak hanya soal pengembangan peralatan kesehatan yang portabel dan teleradiologi, teknologi kesehatan terkini seperti yang dikembangkan Philips juga diarahkan untuk membantu meningkatkan keakuratan hasil pemeriksaan. Hal itu dilakukan melalui pengembangan perangkat lunak komputer yang bisa mengolah data-data hasil pemeriksaan suatu perangkat, seperti MRI atau CT Scan, sehingga dokter lebih mudah dalam membaca dan menyimpulkan hasilnya.


Kendala SDM

Sejauh ini, lanjut dia, pemanfaatan alat-alat kesehatan berteknologi canggih sudah dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Hanya, kadang muncul kendala dari sisi sumber daya manusia (SDM).

“Pengoperasian alat-alat kesehatan berteknologi terkini membutuhkan tenaga terlatih. Kadang ada kasus alat tersebut terbengkalai di rumah sakit karena SDM yang dulu sudah dilatih pindah kerja,” katanya.

Terlepas dari berbagai kendala yang masih terjadi, lanjut Suryo, pihaknya terus mengembangkan alat-alat yang dapat membantu mengatasi masalah kesehatan masyarakat. “Termasuk alat-alat rumah tangga seperti pembuat jus dan penanak nasi, kami kembangkan agar bisa mengolah bahan makanan dengan meminimalkan kehilangan kandungan nutrisinya karena prinsip kami kesehatan berawal dari gaya hidup sehat para anggota keluarga di rumah,” pungkasnya. (Nik/H-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More