Ini Pengalaman Dosen Menghadapi Mahasiswi Bercadar

Penulis: Usman Kansong Pada: Selasa, 06 Mar 2018, 22:28 WIB Humaniora
Ini Pengalaman Dosen Menghadapi Mahasiswi Bercadar

Ilustrasi---ANTARA

GURU Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Siti Musdah Mulia, menegaskan bahwa setiap institusi pendidikan boleh membuat aturan internal, termasuk larangan mahasiswinya menggunakan cadar.

Bagi dia, selama berada di ruang sekolah atau kampus harus terlihat wajah mahasiswi tersebut. Apalagi, ketika ujian untuk memastikan dia betul-betul mahasiswinya. Jika mahasiswi tersebut ingin kembali memakai cadar di luar sekolah atau kampus, silakan saja.

Musdah pun mengaku memiliki pengalaman dengan mahasiswinya yang bercadar.

"Saya punya pengalaman dan sangat tidak menyenangkan karena saya tidak bisa menatap wajahnya. Sementara dalam metode didaktik diajarkan bahwa kontak mata itu penting dalam pendidikan," katanya melalui pesan WhatsApp kepada Mediaindonesia.com, Selasa (6/3).

Ia menambahkan bahwa sebagai pengajar, dirinya harus benar-benar melihat ekspresi wajah peserta pelajarannya.

"Saya sebagai pengajar tidak bisa melihat ekspresi wajah peserta belajar. Yang dimaksudkan kontak mata tadi adalah itu," lanjut Musdah.


Lebih jauh, ia mengatakan bahwa dirinya tidak marah terhadap mahasiswinya yang bercadar, melainkan mengajak diskusi mengapa sampai bercadar di kampus.

"Umumnya setelah diskusi mereka tercerahkan. Sebab, umumnya mereka bercadar akibat indoktrinasi paham radikal dari kelompoknya," tutupnya. (OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More