Gagasan Holistis Ketimuran

Penulis: (*/M-4) Pada: Sabtu, 03 Mar 2018, 23:41 WIB Hiburan
Gagasan Holistis Ketimuran

DOK. FILM SEKALA NISKALA

Kematian adalah cara lain merayakan kehidupan baru. Siklus selalu menggelinding dan berputar bak telur yang bulat. Meski raga tergolek tak berdaya, selalu ada energi keberdayaan yang tak nampak, saat terang surup menjadi petang. Sekala Niskala menyibak sistem relasi holistik lewat narasi keseimbangan kembar bunĀ­cing (kembar perempuan dan laki-laki), konon adalah lambang keseimbangan.

Melalui kisah Tantra (Gus Sena) dan kakaknya Tantri (Thaly Titi Kasih), Kamila Andini memvisualkan Bali yang terasa gelap, ketimbang mengeksploitasi Bali yang gemerlap oleh turis. Kamila Andini sebagai sutradara ingin memperlihatkan kita tentang budaya Indonesia lewat jendela Sekala Niskala (yang nampak dan tak nampak).

Unsur simbolis seakan tak pernah absen di tiap frame. Seperti sesaji yang ditempatkan di sawah. Mengingatkan kita akan keberadaan dua dunia yang saling terhubung. Tantri selalu diingatkan sang nenek untuk membuat sesaji dengan benar agar leluhur tidak marah.
Diam-diam Tantra mengambil dan meminta Tantri memasak telur untuk sesaji. Meski Tantri mengingatkan ibu akan marah, tapi ia tetap mengabulkan permintaan Tantra. Bukan hanya ibu yang marah, leluhur pun marah.

Tantra pun masuk rumah sakit, keseimbangan Tantri pun terganggu. Tak ingin meratapi ketidakberdayaan adiknya, Tantri pun mengajak sang adik bermain, saat dirinya gagal tidur nyenyak. Tantra Tantri bermain di bawah sinar purnama, saat terang temaram sandekala.
Alam Bali dan tatanan budaya masyarakatnya yang holistis begitu kuat tervisualkan melalui Sekala Niskala (The Seen and Unseen).

Warna film yang gelap, narasi misterius, dan nuansa magis, menjadi fondasi kuat atmosfer inner relasi yang subtil. Film ini tak hanya dikuasai dialog verbal. Penggunaan bahasa Bali 99% cukup meyakinkan film ini benar-benar digarap dengan serius dan tidak merusak mood. Substitusi kalimat verbal, adalah gerak tubuh yang menyampaikan letupan-letupan emosi sang aktor.

Peran koreografer Dan Ayu berhasil menerjemahkan visi sutradara dalam gerak tari. Seperti tari Sambung Ayam saat Tantri ingin menggantikan posisi sakit Tantra, kemudian tarian monyet yang penuh amarah. Gagasan ketimuran memang menjadi fokus dari anak sutradara senior Garin Nugroho ini. Kamila Andini menjadikan medium Sekala Niskala sebagai proses penggalian dirinya yang lebih jauh. Mencari dari mana akarnya berasal.

Tak mengherankan, film yang sudah bisa disaksikan 8 Maret mendatang di bioskop Indonesia itu mendapatkan apresiasi. Apresiasi dunia internasional di antaranya datang dari ajang Berlinale International Film Festival. The Seen and Unseen menjadi film terbaik dalam kategori Generation KPlus. (*/M-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More