Dari Servis sampai Smes, Kami Bisa

Penulis: SURYANI WANDARI Pada: Minggu, 04 Mar 2018, 05:01 WIB MI Anak
Dari Servis sampai Smes, Kami Bisa

MI/WANDARI

BOLA tenis berwarna hijau itu berdatangan satu per satu dari pelatih di seberang net. Dengan raket di tangan, semua anak yang berlatih, mampu memukul dengan ayunan keras agar bola bisa terlempar dan membuat sang lawan tidak dapat mengembalikan bolanya.
“Ingat, kalau pegang raket itu pun ada tekniknya, ini mempengaruhi hasil pukulan kamu,” kata Kak Marieke Gunawan, pelatih di Lucky Tennis School, di Lapangan tenis di Puri Indah, Jakarta Barat, Kamis (22/2). Anak-anak peserta kelas tenis itu pun lancar berlatih selama 2 jam. Mereka bersemangat melatih beragam teknik. Yuk, ikuti Medi!

Raket dengan ukuran berbeda
Sebelum memulai berlatih memukul bola karet, sore itu semua yang hadir wajib melakukan pemanasan selama kurang lebih 10-15 menit. Pemanasan dilakukan dengan lari-lari kecil, joging ringan dengan mengelilingi lapangan, hingga melompat menggunakan alat seperti tangga yang terbaring di lantai.

Pemanasan itu menjadi gerakan yang wajib dilakukan untuk menguatkan otot, paru-paru, hingga jantung karena apa yang akan dilakukan terbilang berat lo sobat. Berlanjut ke latihan inti, Kak Marieke mengatakan olahraga tenis lapangan memang cukup sulit dilakukan, apalagi untuk anak kecil.

Meski memiliki kesamaan dengan olahraga badminton atau bulu tangkis yang memakai net dan raket, ada beberapa peraturan di tenis yang berbeda lo, salah satunya ukuran raket. Raket atau alat memukul bola yang ujungnya berbentuk bidang oval berjaring ini lebih berat daripada raket bulu tangkis dan memiliki ukuran yang berbeda, setidaknya ada lima ukuran yang bisa dipilih sesuai tinggi badan kamu lo.

Untuk anak usia 5 tahun, misalnya, biasanya ia menggunakan raket berukuran 19 inci. Semakin tinggi, kamu juga menyesuaikan dengan ukuran 21, 23, 25, hingga 27 inci untuk ukuran normal. Untuk bisa mengetahui ukuran raket yang digunakan, kamu bisa berkonsultasi dengan pelatih ya.

Melatih rasa
Untuk bisa mahir berolahraga tenis dengan beragam tekniknya, Lucky Tennis School ini menyediakan tiga level tahapan, yakni beginner (pemula), middle (tengah) dan expert (ahli). Bagi yang baru mulai, kalian harus berada pada level pemula yang di dalamnya pun memiliki tingkatan yang berbeda.

Di level ini banyak anak-anak mulai dari usia 5 tahun hingga kelas 12 tahun lo. Di level ini, diajarkan pula cara memegang batang raket (grip) yang benar. “Bisa memulainya dengan mengambil raket dalam posisi di lantai dan digenggam. genggenggamnya harus berada di ujung batangnya,” kata kak Marieke.

Jika pegangannya sudah enak, percaya deh pukulannya pun akan terasa gampang sobat. Oh ya, yang berbeda dengan level lainnya, level pemula ini mengutamakan untuk melatih rasa untuk memukul. “Belum menekankan pada teknik, yang penting pemain bisa merasakan atau memperkirakan bola yang akan datang di sebelah mana, memukulnya pun di mana,” lanjut Kak Marike.

Ya sobat, karena berbeda dengan olahraga badminton yang memukulnya di atas, tenis ini kebanyakan mengayunkan raket dari belakang tubuh dari bawah dengan memperkirakan bola menyentuh lantai terlebih dahulu. Apalagi olahraga ini biasanya dilakukan di luar garis loh.

Teknik dasar tenis
Setelah diselingi dengan gim yang seru, kini waktunya bertanding dengan pemain lain nih sobat. Di lapangan tenis itu sudah ditempatkan garis kuning untuk menandai garis lapangan yang lebarnya dikurangi sesuai kemampuan anak-anak. Di situ sudah berdiri Beryl, Cindy, James dan beberapa anak lain bergantian melawan.

Di luar garis, sudah terdapat pelatih sebagai wasit yang akan mencatat skor mereka. Diawali dengan servis atau pukulan pertama kali untuk mengawali permainan ini, gerakan ini dilakukan dengan lemparan bola ke atas dengan tinggi sekitar 20-30 cm di atas kepala. Setelah bola sedikit turun, raket harus diayunkan ke arah depan untuk memukul bola.

Setelah itu, permainan pun cukup seru dengan beragam teknik yang dilakukan para pemainnya nih. Ada forehand, yakni pukulan yang dilakukan dengan menghadapkan telapak tangan ke arah depan, backhand atau pukulan yang dilakukan dengan menghadapkan telapak tangan ke arah belakang, dan punggung tangannya ke arah depan.

Ada juga pukulan voli yang dilakukan sebelum bola memantul di lapangan. Pukulan ini biasa dilakukan sebelum melakukan smes. “Kalau smes sama seperti yang dilakukan di bulu tangkis yakni pukulan menukik dengan sangat keras untuk menghantamkan bola ke arah lapangan sang lawan. Pukulan smes ini dilakukan ketika bola berada di atas kepala,” kata Kak Marieke.

Fokus dan disiplin
Permainan hari itu dimenangi James dengan 5 kali menang melawan temantemannya, disusul Rafa dan Jeremy dengan 4 kali menang. Untuk bisa menang, menurut Kak Marieke, selain gripnya yang bagus harus pula fokus dan disiplin loh sobat. “Ya, olahraga yang cukup sulit ini mengandalkan semua badan, tangan dan kaki.

Untuk berlatih kita juga harus fokus dengan datangnya bola, memukul dan lainnya. Tak hanya itu disiplin pun perlu loh karena pasti mempengaruhi saat bertanding nantinya. Intinya tenis bisa membangun karakter seseorang” ujar Kak Marieke. Meskipun dikatakan olahraga yang cukup sulit, anakanak ini semangat terus berlatih. Mereka yakin, olahraga tenis bukan hanya akan menyehatkan tubuhnya, melainkan untuk menyalurkan hobi dan cita-citanya. (M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More