Saat Ragam Flora-Fauna Membalut Tubuh

Penulis: SITI RETNO WULANDARI Pada: Minggu, 04 Mar 2018, 03:21 WIB Pesona
Saat Ragam Flora-Fauna Membalut Tubuh

DOK TIM MUARA BAGDJA

SILUET yang memeluk tubuh diberi aksen volume pada pinggang hingga belahan tinggi dan kerah v membuat koleksi Misan Kopaka tampil sangat feminin. Memang itulah ciri khas yang sudah lama dibangun Misan dalam setiap karyanya. Dalam koleksi terbarunya kali ini, Misan menghadirkan lebih banyak detail bordir tangan dan sulam.

Suara angklung Mang Udjo ikut memeriahkan presentasi tunggal Misan Kopaka yang bekerja sama dengan Salim&Co. Motif bunga, daun, serta tangkai seakan membalut tubuh dalam warna dasar lime. Detail kerah cheongsam masih menjadi gaya busana Misan karena koleksinya memang bagian dari perayaan tahun baru Imlek.

Sulur-sulur tangkai mempercantik motif gaun panjang berbelahan pada bagian samping. Warna hijau tua, ungu, serta biru mempercantik gaun dengan lengan minimalis. Spektrum warna yang ditampilkan cukup beragam, mulai terang, pucat, hingga warna kontras, seperti merah dan oranye. Hal itu terlihat pada gaun panjang yang masih tetap bersiluet pas badan (body fi tted).

Gaun dengan tali pundak di satu sisi itu dipermanis dengan permainan payet dan rumbai bercorak keemasan. Sementara itu, bagian bawah diberi tambahan bahan tulle hitam. “Lebih banyak persentase bordir. Untuk motif, ada ragam fl ora dan fauna, lalu ada permainan teknik sulam, serta pemasangan payet dan mote.

Total pengerjaan tiga bulan untuk 50 koleksi perempuan dan 12 busana laki-laki,” kata desainer asal Bandung tersebut sesaat sebelum presentasi, di Jakarta pekan lalu. Misan pun mengeksplorasi Material mulai bahan halus, seperti sifon, sutera, organza, dan lame, hingga bahan kaku, seperti tafeta, duchess, wol, dan jacquard. Sementara untuk aplikasi, tak hanya sulam dan bordir, tetapi juga renda serta kristal.

Pada beberapa busana tampak permainan elemen khas Tiongkok, seperti burung, kupu-kupu, serta bunga yang dibentuk pada bahan organza dengan teknik bordir lalu dipermanis taburan manik dan kristal hingga menampilkan kesan tiga dimensi. “Sudah 30 tahun saya bergelut di dunia tata busana. Kesulitan yang paling utama adalah membangun kepercayaan klien. Segmentasi karya saya pun beragam, mulai anak-anak sampai orangtua, ada klien saya usianya sekitar 70 tahun,” tukas desainer lulusan fakultas kedokteran itu.

Jas pria bertabur mawar
Untuk koleksi pria, Misan menghadirkan beragam pilihan jas hingga atasan menyerupai jas dengan kerah cheongsam. Elemen mawar pun tampil dengan teknik bordir pada bagian bahu. Misan membuat rancangan tersebut agar sang pria bisa mengimbangi kecantikan
sang perempuan saat tampil bersama.

Pemilihan bunga mawar pun mengacu pada kepercayaan Tiongkok, bahwa mawar ialah lambang pria casanova. Dalam presentasi tunggalnya itu, Misan membuat konsep seating dinner dengan melibatkan seluruh pelanggan
setianya dari berbagai daerah yang berusia 40 tahun-72 tahun. Beberapa artis pun tampak duduk di antara meja-meja bundar. (X-7)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More