Pilih yang Asli

Penulis: (*/M-1) Pada: Minggu, 04 Mar 2018, 03:00 WIB Weekend
Pilih yang Asli

DOK BCA

Sneaker memang jadi kegemaran dan kecintaan hampir semua kalangan, termasuk anak muda. Karena kepopulerannya, sneaker juga banyak dijual reseller lewat online. Tapi, hati-hati lo, jangan sampai tertipu saat kamu beli sneaker lewat online, justru malah beli palsu alias KW. Muda punya kiat supaya kamu enggak tertipu dengan produk sneaker KW, nih simak ya!

1. Perbedaan Harga Signifikan
Sneaker yang asli akan berada dalam kisaran harga di atas Rp1 juta. Kalau kamu menemukan harga yang jauh berada di angka itu, kamu perlu curiga. Ada pula jenis sneaker yang memang harganya di bawah Rp 1 juta, seperti di kisaran angka Rp700 ribu-Rp800 ribuan.
Nah, untuk kelas ini, biasanya yang palsu juga akan dijual jauh dari harga itu, di angka Rp200 ribu-Rp300 ribu.

2. Rekam Jejal Reseller
Setelah melihat signifi kansi harga, kamu juga bisa melihat rekam jejak reseller. Apakah pernah mendapat komplain dari pembeli, atau melihat kredibilitas reseller. Kredibilitas tidak bisa dilihat dari banyaknya follower di akun media sosial reseller tersebut.

3. Tanya ke Komunitas Sneaker
Muda bisa mengecek kredibilitas reseller dengan menanyakan terlebih dahulu ke beberapa komunitas sneaker, yang lebih memahami seluk beluk dunia sneaker. Ini penting kamu lakukan supaya tidak tertipu sneaker palsu dari reseller online.

4. Beli di Toko
Kalau kamu memang masih ragu, lebih mudah dan aman agar tidak tertipu dengan sneaker palsu, kamu bisa mendatangi toko merek sneaker tersebut, atau retailler-nya.

5. Sneaker sebagai Investasi
Kalau Muda berpikir sneaker bisa dijadikan sebagai investasi, harus berpikir ulang tentang hal ini. Jenis yang bisa dijadikan investasi, di antaranya sneaker yang memiliki nilai historis, yang berkolaborasi dengan artis atau seniman, dan yang diproduksi terbatas (limited edition). (*/M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More