Uniknya Rasa Tanduk Saparella

Penulis: (FU/M-4) Pada: Minggu, 04 Mar 2018, 02:01 WIB Kuliner
Uniknya Rasa Tanduk Saparella

MI/LILIEK DHARMAWAN

BILA berkunjung ke Yogyakarta, Anda jangan melewatkan menyesap minuman legendaris para raja keraton Yogyakarta, saparella. Kesegaran minuman itu bisa dinikmati di Hotel Indies Heritage, Jalan Prawirotaman 3, No 3 Yogyakarta. “Itu menu minuman yang selalu siap tersaji,” kata Chef Eko Setio Mardiono. Minumannya sangat unik.

Ada rasa mint bercampur rempahrempah sehingga ketika Anda meminumnya, rasanya langsung semriwing apalagi kalau dingin. Di tangan Chef Eko, minum an saparella ini unik karena memancing orang untuk memi numnya berulang kali. Kalau dalam Bahasa Jawa disebut tanduk. “Makanya kami namai tanduk saparella,” ujar chef Eko.

Selain itu, ada es tajin. Minuman ini adalah khas zaman dahulu yang dihasilkan dari saripati rebusan beras. “Es tajin, itu khas di hotel kami.” Untuk makanan, ada hidangan khas racikan Chef Eko di Ala Carte Hotel Indies Heritage, nasi goreng rawon. Tidak seperti nasi goreng biasa, nasi goreng ini berwarna hitam seperti pasta. Pasalnya dimasak menggunakan kluak.

Bentuknya padat, kental. Masaknya dicampur dengan telur sehingga memberikan warna cerah. Saat disajikan, nasi dicetak lalu ditaburi kecambah dan seledri. Ada irisan telur asin, acar, dan daging iga yang empuk sehingga menambah sensasi tersendiri ketika menyantap Nasi Goreng Rawon ala Chef Eko.

Untuk penutup coba poffertjese. Rasanya gurih, manis, dan kenyal. Kalau ingin tambah manis, bisa dicocol dengan gula cair. Selain menyajikan menu Ala Carte, Hotel Indies Heritage juga menyajikan menu buffet atau prasmanan. Hidangan ini sesuai pesanan. “Terserah pemesan,” kata Chef Eko.

Menunya mulai makanan pembuka dan penutup, komplet. Ada ayam, daging, ikan, dan buahbuahan. Ada juga menu bagi orangorang yang diabetesnya tinggi, kolesterol tinggi atau untuk yang suka vegetarian. “Kami buka mulai pukul 10.30-22.00 WIB,” kata Chef Eko. Harganya sangat terjangkau sekitar Rp35 ribu-Rp40 ribu.(FU/M-4)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More