Es Kopi Tetangga

Penulis: M-4 Pada: Minggu, 04 Mar 2018, 01:21 WIB Weekend
Es Kopi Tetangga

MI/FERDIAN

KEDAI kopi ini mungil, hanya berukuran 4 meter x 4 meter, dengan pintu kaca dan dua jendela yang transparan. Begitu masuk ke Tuku, pelanggan langsung antre melakukan order. Setelah membayar, pelanggan menunggu di dua kursi panjang di depan bar. Tidak harus menuggu lama, pelanggan mendapatkan pesanannya dan meninggalkan keda kopi itu. Untuk menikmatinya di tempat, juga disediakan sebuah meja kayu di luar kedai Kopi Tuku dan sejumlah kursi di gang samping kedai. Vrilla, pembeli dari Pasar Minggu, mengaku tempat ini bisa menjadi persinggahan saat ingin membeli segelas kopi susu.

Apalagi, harga yang ditawarkan juga sangat bersahabat. “Dasarnya emang tidak suka kopi, tetapi es kopi susi ini beda, nikmat dan segar. Memang rasa kopinya ada tapi tidak sepahit kopi pada umumnya,” katanya. Vrilla menambahkan, fasilitas yang minimalis sehingga membuat harga kopi bisa lebih murah.

Konsep seperti ini memang perlu, menikmati secangkir kopi tidak harus berlama-lama di kedai kopi dengan harga yang mahal. Senada dengan Vrilla, Iren mengaku sejak awal membeli es kopi tetangga. Mahasiswa itu ketagihan dan menyepatkan mampir jika melewati kawasan tersebut. “Awalnya pesan lewat Go-Food karena harganya terjangkau anak kosan cuma Rp 18 ribu.

Jadinya setiap ke sini pasti mampir, apalagi es kopinya sedikit berbeda dari tempat lain, lebih enak di sini,” sebutnya. Maharani, warga Depok, mengaku es kopi tetangga cara baru ia menikmati kopi segar. ketika awal disesap, ada sedikit jejak manis brown sugar. Tapi secara keseluruhan rasanya tak terlalu manis ataupun pahit.

“Rasa asam kopi tak terasa di lidah. Agak tertutupi pemakaian susu. Namun saya menyukainya. Kaya ada krimer sehingga teksturnya creamy kental, pas,” jelasnya. Dari pantauan Media Indonesia, pesanan antar lebih banyak jika dibandingkan dengan minum di tempat. Dari papan menu, beragam pilihan Es Kopi Tetangga, Kopi Premium, Kopi Rasa Rasa.

Harganya dibuat lebih murah dengan penggunaan Arabica seperti, Bali Kintamanu, Flores Bajawa, Aceh Gayo, dan Garut, serta Cipete gradebiasa, sedangkan Kopi Premium menggunakan biji kopi pilihan jika dibandingkan dengan Kopi Tetangga. Bagi penyuka kopi asli tanpa gula dan mencari rasa asam, bisa mencoba Kopi Premium, yaitu Espresso, Long Black, Piccolo, dan Cold Brew. (M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More