Mahasiswa UII Raih Penghargaan di Malaysia

Penulis: Agus Utantoro Pada: Jumat, 02 Mar 2018, 19:16 WIB Humaniora
Mahasiswa UII Raih Penghargaan di Malaysia

Ist

LIMA mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) yang tergabung dalam satu tim, menyodorkan inovasi meraih penghargaan Medali Perunggu dalam akang Malaysiua Technology Expo di Gedung Putra WTC, Kuala Lumpur (22-24 Februari lalu). Mahasiswa UII meraih perunggu dengan menciptakan aromaterapi pengusir nyamuk.

Kelima mahasiswa itu adalah Ndilalah Pulungan, Gustie Nanda, Chairun Nisa N.A, Fauziyah Ulfatun Ni'mah, keempatnya mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Bella Taradipa D (Fakultas Teknik Industri) pada hajatan itu mengajukan hasil mereka dalam bentuk abstrak yang berjudul The Ocassia Candle: Bioaromatherapy Environmental Eco-friendly Candle to Decreasing Mosquito Borne Disease.

Ocassia candle adalah campuran ekstrak kayu manis dan kemangi yang jika dinyalakan sebagai aromaterapi bergfungsi sebagai pengusir nyamuk.

Salah satu mahasiswa dalam tim tersebut, Chairun Nisa N.A mengatakan pada ajang ini, Indonesian Innovation and Invention Promotion Association (INNOPA) mengirimkan 32 tim dari Indonesia dan salah satunya berasal dari UII.

"Dalam proses seleksinya, masing-masing tim mendaftarkan suatu inovasi dalam bentuk abstrak dan akan di seleksi secara nasional oleh INNOPA. Setelah lolos seleksi nasional, akan dilakukan seleksi internasional yaitu melalui proses presentasi produk dan menyampaikan hasil penelitian yang telah dilaksanakan," ujarnya, Jumat (2/3).

Latar belakang pemilihan penelitian ini, jelasnya, karena 700 juta orang setiap tahunnya terjangkit penyakit yang dibawa oleh perantara nyamuk dengan mencapai angka kematian satu juta jiwa per tahun.

"Penyakit yang penularannya melalui perantaraan nyamuk antara lain demam berdarah, malaria, chikungunya, dan zika," ujarnya.

Ia mengakui jika saat ini memang sudah ada obat anti nyamuk namun masih berbahan kimia.

"Inovasi kami ini lebih memanfaatkan tanaman herbal yakni ekstrak kayu manis dan ekstrak daun kemangi. Produk yang kami hasilkan berupa lilin aromaterapi," jelasnya. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More