Revolusi Belanja lewat Realitas Virtual

Penulis: Ghani Nurcahyadi Pada: Jumat, 02 Mar 2018, 02:46 WIB Katalog Belanja
Revolusi Belanja lewat Realitas Virtual

DOK ALFAMIND

BAGAIMANA rasanya menggenggam gawai digital, tapi layar gawai menunjukkan sebuah toko yang kemudian bisa dimasuki layaknya sebuah pusat perbelanjaan? Di dalamnya pun berjejer sejumlah barang dagangan yang hampir bisa dipastikan merupakan produk lokal Indonesia.

Sensasi tersebut kini dihadirkan PT Sumber Alfaria Trijaya, pengelola gerai ritel Alfamart melalui layanan Alfamind. Menggunakan teknologi realitas buatan/virtual atau augmented/virtual reality (AR/VR), konsumen dapat masuk ke toko rekaan di layar gawai itu, dan mendapatkan sekitar 8.000 pilihan barang yang berasal dari usaha kecil dan menengah yang merupakan pemasok bagi Alfamind.

Melalui teknologi AR, penjual atau pemilik toko Alfamind hanya bermodalkan sebuah kartu dalam menjajakan dagangan mereka kepada konsumen. Lewat kartu tersebut, gawai yang digunakan untuk melakukan pemindaian (scan) akan menampilkan gambar tiga dimensi (3D) toko Alfamind layaknya gerai ritel Alfamart.

Presiden Direktur Alfamart, A Hans Prawira, menjelaskan Alfamind menjadi jaringan toko ritel virtual 3D pertama di Indonesia. Ia mengibaratkan, Alfamind seperti membawakan toko kepada konsumen. Pemilik toko Alfamind pun bertindak sebagai tenaga pemasar, tetapi dengan cara yang lebih fleksibel.

"Sistemnya memang jemput bola. Konsumen yang melakukan transaksi tinggal klik di layar gawai setelah ditunjukkan oleh tenaga pemasar pemilik toko Alfamind. Distribusi barang nanti akan dilakukan oleh Alfamart dan diantarkan sampai ke pintu rumah konsumen," kata Hans di Jakarta, Rabu (28/2).

Sejatinya, layanan Alfamind sudah dimulai sekitar 1,5 tahun lalu. Kali ini, Alfamart memperbarui layanan tersebut sehingga bisa digunakan melalui layanan telepon genggam dengan spesifikasi yang lebih rendah jika dibandingkan dengan sebelumnya. Hans menyebutkan, setidaknya sudah sekitar 3.000 pemilik toko Alfamind yang tersebar hingga Sulawesi saat ini.

General Manager Digital Business Alfamart, Viendra Primadia mengatakan, ke depan Alfamind akan lebih dekat dengan konsumen melalui kerja sama yang dilakukan pihaknya dengan salah satu penyedia layanan TV berbayar di Indonesia. "Jadi nanti Alfamind bisa muncul di layar televisi sehingga memudahkan berbelanja," katanya.

Dorong UKM
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengapresiasi upaya Alfamart dalam menyesuaikan penjualan ritel dengan perkembangan zaman melalui layanan Alfamind. Terlebih, layanan tersebut difokuskan untuk menyediakan pasar digital bagi usaha, kecil, dan menengah (UKM)

Pemasok barang di toko virtual Alfamind memanglah hanya UKM. Alfamart membelakukan seleksi sebelum barang yang didaftarkan ke Alfamind bisa dijual bebas. Produk yang dijual pun sangat beragam bukan hanya kebutuhan sehari-hari seperti yang ada di gerai fisik Alfamart.

"Sistem ini merupakan cara yang cerdas karena pemilik toko Alfamind tidak perlu menanggung biaya operasional yang cukup besar. Lebih penting lagi karena barang yang ditampung berasal dari produk UKM. Pemerintah tentu akan terus mendorong UKM untuk maju dan kami akan menghasilkan kebijakan yang mendukung lewat digitalisasi ini," kata Mendag.

Saat ini, menurut Hans, produk yang paling laku terjual di Alfamind merupakan produk fesyen. Ke depan, ia menargetkan pemilik toko Alfamind semakin banyak dan pemasok pun semakin beragam sehingga memudahkan masyarakat Indonesia dalam berbelanja.

(S-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More