Universitas Al Azhar Indonesia Kembangkan Sistem Hybrid Learning

Penulis: Syarief Oebaidillah Pada: Selasa, 27 Feb 2018, 20:23 WIB Humaniora
Universitas Al Azhar Indonesia Kembangkan Sistem Hybrid Learning

Ist

PENGEMBANGAN hybrid learning atau metode kombinasi sistem pembelajaran tatap muka dan daring (online) diharapkan dapat memberi kontribusi bagi masyarakat mendapat kemudahan dalam dunia pendidikan tinggi yang lebih terjangkau.

Selain itu juga wujud program pemerintah melalui Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi dalam Penyelenggaraan Pendirikan Jarak Jauh (PJJ). Dengan demikian, sistem pembelajaran online sekaligus dapat meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Tanah Air.

Hal tersebut dikemukakan Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Prof Dr Asep Saefuddin, seusai penandatanganan kerjas ama program hybrid learning antara UAI dan lembaga pendidikan HarukaEdu di Kampus UAI Jakarta, Selasa (27/2).

Asep Saefuddin menjelaskan, saat ini APK pendidikan tinggi Indonesia berada pada kisaran 29% dengan angka kelulusan di bawah 10%. Sedangkan lulusan sarjana dan diploma hanya 8%.

Di lain pihak, negara sahabat di kawasan ASEAN, seperti Singapura, telah berhasil meluluskan sarjana 29% dan Malaysia 19%. Adapun metoda pembelajaran kombinasi atau campuran tersebut mengombinasikan pembelajaran tatap muka dan juga daring. Namun untuk porsinya masih lebih banyak tatap muka, yakni 51% dan 49% pembelajaran daring.

Wakil Rektor UAI, Agus Surono, menambahkan, pihaknya untuk sementara memberlakukan sistem pembelajaran ini pada Program Studi Akuntansi, Manajemen, dan Ilmu Hukum. Adapun sasaran utama program hybrid learning menyasar para pekerja di kawasan Jabodetabek serta lulusan SMA sederajat yang ingin meraih jenjang sarjana S1 dengan biaya terjangkau.

“Kita berharap dengan ini harapan masyarakat meraih pendidikan tinggi dapat terwujud," tandas Agus.

Direktur HarukaEdu, Dr Gerald Ariff, menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan UAI dan juga sembilan kampus perguruan tinggi swasta lainnya. Adapun teknis pembelajaran daring dalam kerja sama dengan UAI dan kampus lain ini mengacu pada peraturan pemerintah yakni tidak melebihi 50% yang didaringkan.

Sedangkan untuk materi perkuliahan mengacu pada silabus yang ditetapkan kampus. HarukaEdu membantu penyediaan sarana pendukung seperti konten, seminar, live, dan diskusi. 'platform' diskusi. Keunggulan sistem pembelajaran daring ini, kata dia, amat memudahkan bagi siapa pun bahkan bagi mereka yang sedang sakit dan berada di rumah sakit untuk tetap bisa belajar.

Ia membandingkan dalam sistem daring atau PJJJ di negara lain seperti Korea Selatan telah amat maju berkembang, dari 181 kampus di negeri ginseng itu telah ada puluhan kampus yang menerapkan sistem daring. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More