Cegah Kanker Serviks dengan Vaksinasi dan Pap Smear

Penulis: (Ths/H-3) Pada: Rabu, 28 Feb 2018, 05:45 WIB Kesehatan
Cegah Kanker Serviks dengan Vaksinasi dan Pap Smear

MI/ADAM DWI

TINGGINYA angka kematian karena kanker serviks (leher rahim) hendaknya menjadi perhatian perempuan di Indonesia agar segera melakukan vaksinasi. Di Asia Tenggara, sekitar 26 perempuan meninggal setiap hari karena kanker serviks. Sebanyak 58 kasus baru kanker serviks muncul setiap hari. Penyakit itu pun menjadi jenis kanker penyebab utama kematian pada perempuan.

Hal itu dikatakan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Mitra Keluarga Bekasi, Lim Sulina Halim, saat membawakan materi pada seminar bertajuk Cegah, Tangkal, dan Tanggulangi Kanker Serviks di Auditorium RS Mitra Keluarga Bekasi, Sabtu (24/2).
“Dengan fakta-fakta itu kita ingin mengajak masyarakat lebih waspada dengan melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pap smear dan vaksinasi,” kata Lim.

Berdasarkan data, lanjut dia, kanker serviks banyak mengenai perempuan pada rentang usia 35-55 tahun. Khusus di Indonesia, lebih dari 70% pasien baru mulai berobat ketika sudah dalam stadium lanjut, rata-rata pada stadium 3b. “Nah ini lagi-lagi kenapa selalu kami tegaskan agar sedini mungkin diperiksa karena kanker serviks ini memang sesuatu yang sering kali tidak kita sadari infeksinya. Pada situasi tertentu ketika sudah mulai parah baru memberikan tanda-tanda,” jelasnya.

Lim menerangkan, kanker serviks disebabkan infeksi human papillomavirus (HPV). Rata-rata penularan virus itu terjadi melalui pola hubungan seksual dengan sering berganti-ganti pasangan meski faktor risiko lain juga berpengaruh pada munculnya kanker serviks, seperti melakukan hubunga seksual pada usia sangat muda dan sering melahirkan. “Faktor berganti-ganti pasangan lebih banyak sebagai penyebab,” imbuhnya.

Utamakan pencegahan
Lim menjelaskan, infeksi HPV terjadi ketika sistem imun tubuh yang tidak mampu lagi membersihkan virus tersebut. Lama kelamaan infeksi itu memicu terjadinya mutasi sel serviks menjadi sel prakanker. Jika terus tak tertangani, sel-sel prakanker itu akan terus berkembang menjadi sel-sel kanker.

Proses tersebut bisa berlangsung bertahun-tahun. Yang menyulitkan, tahap awal proses tersebut tidak menunjukkan gejala sehingga sering kali tak disadari. Gejala baru muncul ketika kanker sudah mencapai tahap lanjut.
Karena itu, Lim sangat menganjurkan kaum perempuan melakukan pencegahan lebih dini dengan vaksinasi dan pap smear. Vaksinasi, kata Lim, memberikan perlindungan pada perempuan dari infeksi HPV. Idealnya, vaksinasi HPV diberikan kepada anak perempuan yang belum berhubungan seksual.

Meski demikian, perempuan yang sudah aktif berhubungan seksual pun sangat dianjurkan melakukan vaksinasi. “Hanya ada syarat khusus, misalnya, tidak boleh diberikan pada saat hamil,” terang Lim.
Pap smear, sambung Lim, merupakan pemeriksaan untuk deteksi dini. Pemeriksaan itu perlu dilakukan secara berkala untuk mendeteksi sel-sel prakanker sebelum berkembang menjadi kanker. Jika ditemukan, dokter akan melakukan tindakan untuk menghilangkannya.
“Kita sangat mengharapkan kesadaran masyarakat terus meningkat untuk mengutamakan pencegahan. Karena pengobatan jauh lebih sulit dan mahal,” pungkas Lim. (Ths/H-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More