Presiden: PDB Indonesia Tembus 16 Besar Dunia

Penulis: Rudy Polycarpus Pada: Selasa, 27 Feb 2018, 20:17 WIB Ekonomi
Presiden: PDB Indonesia Tembus 16 Besar Dunia

ANTARA

INDONESIA kini menjadi salah sati negara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) nominal sebesar US$1 triliun. Presiden Joko Widodo menyebutkan, hanya ada 16 dari 180 negara di dunia yang memiliki output di atas US$1 triliun/tahun.

"Tahun lalu kita menjadi negara ke-16 dalam kelompok ini. Ini sekali lagi patut kita syukuri, artinya PDB kita ini besar, jangan lupa itu," ucap Presiden saat meresmikan pabrik bahan baku obat dan produk biologi milik PT Kalbio Global Medika, Cikarang, Jawa Barat, Selasa (27/2).

Pertumbuhan tersebut diyakini Kepala Negara akan terus bertambah jika perekonomian Indonesia terus berada pada kisaran 5% per tahun. Ia mengutip analisa salah satu konsultan ekonomi internasional terkemuka, PricewaterhouseCoopers (PwC), yang memproyeksikan dengan menggunakan metode Purchasing Power Parity (PPP) bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi ke-5 terbesar dunia pada 2032 mendatang.

"Katakanlah pertumbuhan kita 5%-6% per tahun berarti ekonomi Indonesia akan naik dua kali. Ekonomi kita dalam kurang lebih 14 tahun ke depan akan jadi ekonomi dengan nilai US$2 triliun, paling lambat pada 2032," kata Presiden.

Dengan kondisi perekonomian yang cukup mapan dan diakui dunia, apalagi Indonesia saat ini sudah masuk ke dalam kelompok negara G-20, Kepala Negara menginstruksikan para duta besar dan menteri untuk tidak lagi meminta bantuan dari negara lain.

"Kita sudah saatnya membantu negara lain, negara-negara kecil di bawah kita, sudah saatnya," pungkasnya. (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More