Pengembang Perlu Edukasi Milenial

Penulis: Ghani Nurcahyadi Pada: Selasa, 27 Feb 2018, 08:55 WIB Properti
Pengembang Perlu Edukasi Milenial

ANTARA/R. Rekotomo

GENERASI milenial biasanya belum berpikir untuk membeli properti. Kebanyakan mereka lebih suka menghabiskan uang untuk memiliki pengalaman.

Padahal kecenderungan harga properti yang terus naik dikhawatirkan mempersulit generasi milenial memenuhi kebutuhan pokok ketiga berupa papan. Karenanya, pengembang perlu jeli dalam memasarkan produk yang menyasar generasi milenial dengan karakter unik itu.

Menurut Country General Manager Rumah123.com Ignatius Untung, edukasi mengenai properti terhadap generasi milenial harus dilakukan secara dinamis. Caranya, pengembang mengenal pola pikir dan kebutuhan mereka.

Kelompok dengan rentang usia 20-39 tahun itu bukan tidak mampu membeli rumah. Mereka hanya tidak mampu kehilangan gaya hidup.

"Mereka banyak yang berpikir kalau uangnya untuk mencicil properti, kesempatan untuk nongkrong atau jalan-jalan bisa hilang. Padahal menurut survei, milenial yang membeli rumah mengaku puas dengan pengeluaran uang tersebut dibandingkan dengan jalan-jalan yang justru kadang menghadirkan penyesalan," urai Untung di Jakarta, Rabu (21/2).

Dalam hal ini, lanjut Untung, pengembang justru terlambat untuk mengubah pola pemasaran agar dapat menggarap pasar generasi milenial. Momen penurunan pasar properti nasional yang mulai dirasakan sejak 2015 seharusnya menjadi pintu masuk pengembang menggali ceruk potensial tersebut.

Untung mengungkapkan generasi milenial biasanya menyasar apartemen bertipe studio dan one bed room. Kisaran harga yang paling disukai antara Rp350 juta-Rp400 juta.

Proyek

Di sisi lain, tidak sedikit pengembang mulai mengklaim akan membangun proyek yang menyasar generasi milenial. Salah satunya dengan menawarkan lokasi yang dekat transportasi umum dan melengkapi unit dengan sejumlah hal yang akrab dengan keseharian mereka, semisal internet.

Hal itu ingin diwujudkan Vasanta yang mengembangkan apartemen di kawasan seluas 2,5 ha yang berada di Daan Mogot, Jakarta. Pihaknya bekerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan, GS Engineering & Construction.

Mereka berencana membangun 5 menara apartemen dengan 1.474 unit.

"Proyek kolaborasi prestisius ini menyinergikan pengalaman yang dimiliki Vasanta dan GS E&C dalam mengenalkan proyek residensial yang berkualitas, efisien, dan modern," kata Direktur Keuangan Vasanta, Erick Wihardja di Jakarta, Kamis (22/2).

Begitu pun PT Gaharu Delapan Delapan Property juga mengincar milenial, di samping kaum intelektual dan profesional. Bersama Wika Realty, perusahaan tersebut mulai membangun Apartemen Bintaro Mansion, Tangerang Selatan.

"Proyek ini terdiri dari single exclusive tower dan commercial area dengan luas pembangunan 3.500 m2, 35 lantai, dan 520 unit," ujar Tenri Pawelangi Ridwan, Direktur Utama Gaharu Delapan Delapan Property.

Selain memiliki akses yang mudah ke berbagai wilayah di Jakarta, lokasi Bintaro Mansion di jalan provinsi merupakan daerah dengan pertumbuhan sangat pesat dalam 5-10 tahun ke depan.

Apartemen Bintaro Mansion ditawarkan dengan harga mulai dari Rp524 jutaan sampai Rp1,6 miliar. Serah terima unit ditargetkan pada 2020. (S-4)


 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More