Hikmah Bekerja di Meja Makan

Penulis: Rizky Noor Alam Pada: Minggu, 25 Feb 2018, 10:08 WIB WAWANCARA
Hikmah Bekerja di Meja Makan

Anggota Ombudsman, Adrianus Meliala---MI/Rommy Pujianto

MESKIPUN ayah 3 orang anak ini, sudah tidak terlalu aktif lagi mengajar karena kesibukannya sebagai salah satu anggota Ombudsman, Adrianus Meliala tidak lepas menanamkan nilai-nilai akademis. Ia tetap ingin menunjukkan proses pembelajaran itu butuh kerja keras.

“Saya bekerja di meja makan untuk memperlihatkan, sedang membuat paper, buku, ajak mahasiswa bimbingan ke rumah, saya marah-marahi, untuk memberikan ilustrasi pada anak-anak,” jelas Adrianus.

Ikhtiar belajar itu, kata Adrianus, nyatanya menjadi modal buat terus mengeksplorasi berbagai bidang. “Status mengajar saya cuti, jadi tunjangan dicopot negara, hanya dapat gaji pokok untuk mempertahankan NIP. Seluruhnya digantikan honor di Ombudsman. Paling mengajar di UI hanya Sabtu, karena begitu selesai di Ombudsman, saya akan kembali ke UI,” jelas pria yang hobi makan juga disiplin jalan kaki 3 kali seminggu bersama sang istri.

“Karena berat badan dan usia, dipaksa untuk olahraga, saya usahakan dengan istri jalan kaki keliling UI 3 kali seminggu tiap pagi, baru kemudian ke kantor, untuk menjaga kesehatan,” pungkasnya. (Riz/M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More