Berdoa di Atas Awan, Buku Karya Repcil

Penulis: Suryani Wandari Pada: Minggu, 25 Feb 2018, 10:00 WIB Weekend
Berdoa di Atas Awan, Buku Karya Repcil

Aku sangat takut, gemetaran. Kakiku seperti diikat. Lemas lunglai bercampur kaku. Tiba-tiba, macan kumbang itu bergerak. Aku semakin lemas. Mungkin mau menerkamku. Bapak mengangguk, memberi hormat lagi.

Macan itu mendekati kami, jaraknya 1 meter di depan kami. Lalu dia melewati kami, jaraknya setengah meter kini. Bahkan ekornya menyenggol pipiku. Hiii! Dia menoleh ke arahku lalu mengaum pelan.

Nah sampai sini, apakah sobat Medi merasakan ketakutan membayangkan cerita tersebut? Tenang sobat, itu hanya cerita fiksi atau tulisan yang berdasarkan imajinasi karya Agreeardi Healmy Allidea, Reporter Cilik (Repcil) Media Anak Media Indonesia 2015 yang bersekolah di Kelas 7, SMP Negeri 1 Bogor, dalam bukunya, Berdoa di Atas Awan, yang diterbitkan Kecil-Kecil Punya Karya Dar Mizan.

Buku pertama yang ditulis Agree ini memang mengisahkan pengalaman dirinya menaklukkan Gunung Sikunir dan Gunung Merapi bersama keluarganya. Meskipun di beberapa bagian terdapat cerita fiksi, kebanyakan kisah itu didasarkan pengalamannya.

Dalam buku ini ia pun bertindak sebagai tokoh utama. "Buku itu pengalamanku dalam mendaki gunung, meski ada beberapa bersifat fiksi seperti bertemu harimau, itu dilakukan untuk menghidupkan cerita," kata Agree, Kamis (16/2).

Berdoa di Gunung Sikunir
Di buku itu Agree kelihatan sangat senang bisa bersama orangtua dan kakaknya mencapai Gunung Sikunir di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah, yang terkenal dengan matahari terbit emas yang begitu indah.

Menurutnya di Puncak Sikunir ini, hamparan awan seperti kapas-kapas beterbangan. Gunung-gunung seperti Merbabu, Sindoro, Sumbing, Ungaran, Telomoyo, Slamet, dan Lawu. Pun tampak kecil dengan warnanya yang biru.

"Mereka seperti sedang bermain bersama di angkasa," ucapnya dalam buku.

Ia pu tak henti-hentinya mengucap syukur dan berdoa di sana. Rupanya doa yang dipanjatkan Agree dan keluarganya di puncak gunung terjawab. Dua minggu setelah menaklukan Puncak Merapi, ia terpilih menjadi siswa berprestasi, ia juga lancar dalam perform musik, membuat prakarya dan pidato. Ia juga berhasil menang dalam pengumuman lomba menulis dan terpilih menjadi Repcil Media Indonesia. Bahkan mimpinya untuk bertemu Bapak Presiden pun tercapai. "Allah mengabulkan doaku. Cita-citaku untuk bertemu Bapak Presiden pun tercapai. Alhamdulillah aku bersyukur atas anugerah yang luar biasa ini," kata Agree.

Terinspirasi dari karya repcil lain
Membuat buku sebelumnya belum terpikirkan oleh Agree. Ia hanya rajin belajar menulis tanpa berpikir membuatnya sebuah buku. Selama ini Agree hanya berdiskusi dengan Ayahnya, Zachroni, mengenai tata bahasa, Ejaan yang Disempurnakan (EYD), dan lainnya. "Ayahku sering menulis juga di blognya, jadi sering diskusi. Aku kalau nulis ngalir saja, nanti kalau salah baru dipoles bersama ayah," kata Agree.

Di rumahnya, Agree punya buku yang isinya coretan ide yang akan ia buat menjadi sebuah tulisan. Ia selalu menuliskan banyak cerita dan kisah nyata ide atau pengalaman menariknya agar ingat dan tak hanya menjadi kenangan saja. "Sering iseng-iseng nulis dibuku, seperti misalnya saat pulang mendaki, aku langsung menulisnya di sebuah buku atau pun di laptop," kata Agree.

Bukunya dijual di toko buku
Hingga suatu saat ia bertemu Fayanna Allisha Daviany, Repcil 2015, yang juga sudah memiliki lebih dari 20 buku terbitan KKPK sehingga Agree terinspirasi untuk memoles tulisannya hingga dibuatkan buku. Setelah ia menunggu hampir setahun, tulisan Agree menjadi sebuah buku KKPK dan dijual di toko buku. "Kini telah terjual hingga 1.500 buku, bersyukur sekali," kata Agree.

Agree pun mengaku bukunya telah dibaca beberapa orang ternama seperti Pak Rhenald Kasali, akademisi dan praktisi bisnis, hingga Pak Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga.

Agree belum tahu nantinya ingin menjadi penulis buku atau tidak, yang terpenting ia akan terus melatih kepiawaiannya menulis cerita fiksi maupun kisah nyata. Sobat Medi juga begitu, kan? (M-1)

Bagi kamu yang ingin mulai menulis sebuah cerita, bisa ikuti kiat-kiat menulis ala Agree nih.
- Mulai dengan menuliskan pengalamanmu pada buku khusus atau laptop, begitu juga kalau ada ide yang tiba-tiba muncul.
- Tulis apa adanya dulu, yang penting tulis ide dasarnya terlebih dahulu.
- Tulis juga jika mendapatkan kata-kata yang asyik dan baru, ini bisa menambah kosa katamu loh.
- Pengalaman yang paling menarik bisa kamu gunakan sebagai daya pikat utama bukumu.
- Ide itu bisa dikembangkan sesuai imajinasimu hingga menjadi paragraf.
- Terakhir, minta saran kepada orangtua atau orang-orang di sekitarmu yang juga punya minat di bidang buku, mengenai alur cerita, tata bahasa dan lainnya.
Sumber: Pak Zachroni, Ayahanda Agreeardi (Wan/M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More