Metamorfosis Remaja yang Menawan

Penulis: Thalatie K Yani Pada: Minggu, 25 Feb 2018, 07:00 WIB Hiburan
Metamorfosis Remaja yang Menawan

DOK. LADY BIRD MOVIE

“Mereka yang membicarakan hedonisme di California, tidak pernah merayakan Natal di Sacramento.”

Kurang lebih demikian, kalimat pembuka sebuah kisah perempuan remaja yang menjalani masa sekolahnya di Kota Sacramento, California, Amerika Serikat. Ia seakan tak pernah puas pada apa yang terjadi dalam hidupnya. Ia memiliki ambisi-ambisi, yang sepertinya hanya menjadi daftar mimpi dalam benaknya.

Sebut saja saat dirinya menginginkan masuk sekolah negeri saat SMA. Alih-alih ia dimasukkan ke sekolah Katolik. Christhine McPherson (Saoirse Ronan), yang tidak pernah memiliki komunikasi mulus dengan sang ibu, menamai dirinya Lady Bird, dan ingin dipanggil demikian. Bahkan, ia membuat perjanjian dengan ibunya (Laurie Metcalf) untuk memanggil dengan nama Lady Bird, bukan Christine, nama yang diberikan orangtuanya.

Sikapnya yang enggan tercampur banyak aturan, sedikit membuatnya rebel. Bahkan, ia terlibat cekcok dengan ibunya di mobil, ia memilih menjatuhkan dirinya dengan membuka pintu saat mobil sedang melaju.

Ia menjalin hubungan yang baik dengan Julie (Beanie Feldstein), teman sekelasnya, yang akhirnya sama-sama mengikuti ekstrakulikuler teater. Dari teaterlah, Lady Bird, si remaja yang rambutnya merah itu mengenal cinta. Danny O’Neill (Lucas Hedges), yang mencuri perhatian Lady Bird saat audisi. Hubungan mereka bisa dikatakan bermula saat Lady Bird bertemu kemudian menghampiri Danny di sebuah swalayan.

Membuka obrolan dengan bahasan teater di sekolah mereka, hingga keinginan Danny mengeritingkan rambut agar mirip Jim Morisson. Sejak itu, dua remaja kasmaran ini mulai intens merajut hubungan.

Tak selalu indah
Film garapan Greta Gerwig ini sangat menawan. Menyorot kehidupan remaja dengan segala realitas yang memang ada. Mulai dari kisah cinta masa sekolah, persahabatan, kecemasan saat ingin masuk kuliah, termasuk konflik dengan orangtua.

Kisah cinta Lady Bird dengan Danny, ternyata tidak seindah saat ia menyaksikan Danny menyanyi saat audisi teater. Ia memergoki Danny sedang berciuman dengan salah satu teman lelakinya, di sebuah toilet tempat makan. Hubungan mereka pun merenggang. Padahal, Lady Bird sudah ikut merayakan Thanksgiving di rumah nenek Danny, yang menjadi rumah favorit Lady Bird di seluruh Sacramento.

Persahabatan dengan Julie yang nampaknya manis-manis saja, nyatanya retak saat Lady Bird ingin mencoba keren dengan mendekati teman perempuan lain yang cantik, keren, dan kaya, Jenna Walton (Odeya Rush). Christine, berusaha mengambil celah, saat Jenna kesal ditegur salah satu suster pengajar akibat roknya yang terlalu pendek. Ia pun menawari untuk membantu mengerjai mobil milik suster pengajar, dengan kata-kata nakal ‘baru menikahi Yesus.’

Hidup Lady Bird bukan lagi di teater, bukan juga dengan Julie. Ia kini ingin tampil keren dengan Jenna. Bahkan, rumah nenek Danny yang berwarna biru megah yang sempat ia kunjungi, diaku sebagai alamat rumahnya.

Dari berteman dengan Jenna, kembali melahirkan peluang dan kisah baru untuk Lady Bird. Danny sudah lama tidak ada di hati Christine, ia kini tertarik dengan Kyle Scheible (Timothee Chalamet), anak band. Bersama Kyle, Lady Bird mengalami fase-fase remaja yang belum pernah ia alami. Salah satu motivasi Lady Bird masih tetap menjalin hubungan dengan Kyle, mungkin ialah agar dirinya tetap eksis di tengah pertemanan remaja gaul Jenna dan kawan-kawan.

Surat cinta untuk Sacramento
Melihat lika-liku Lady Bird, seakan menjadi mesin waktu untuk mengingatkan masa-masa sulit yang pernah kita lalui saat remaja, dan merefleksikannya lewat kisah yang diperankan Saoirse Ronan ini. Pedih. Apalagi saat Lady Bird harus selalu berhadapan dengan ibunya yang seakan menjadi seteru abadi di kehidupan rumah.

Sang ayah, yang selalu mengantar Lady Bird berangkat sekolah, mengalami depresi, dan baru saja dipecat dari pekerjaannya. Dari sosok yang depresif itulah, lahir sosok malaikat yang kasatmata, yang selalu baik dengan Lady Bird, setidaknya itu dari sudut pandangnya.

Bahkan, rahasia tentang perkuliah­an, ia rahasiakan bersama ayahnya. Baginya, ia tak mau bertengkar dengan sang ibu, bila belum waktunya. Namun, toh ibunya akhirnya mengetahui rahasia mereka berdua, dan membuat sang ibu marah.

Garapan Greta Gerwig, yang juga kelahiran Sacramento ini seolah menjadi surat cinta untuk kotanya. Lewat latar yang terbangun, juga dua karakter perempuan kuat Lady Bird, serta ibunya. Lady Bird, meski selalu ingin pergi dari Sacramento, toh ia tak pernah lepas untuk memperhatikannya. Tak ada bedanya bukan, cinta dan perhatian?

Salah satu film terbaik 2017, menawan, dan sangat real. Pantas jika masuk lima nominasi Oscar. (*/M-2)

thalatie@mediaindonesia.com

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More