Menanti Gempa Dahsyat di Jalur Ring of Fire

Penulis: Desi Yasmini Pada: Sabtu, 24 Feb 2018, 05:31 WIB Eksplorasi
Menanti Gempa Dahsyat di Jalur Ring of Fire

Antara

DI awal 2018 rentetan bencana alam terjadi di sejumlah tempat sepanjang jalur Cincin Api (Ring of Fire). Mulai gempa bumi hingga gunung meletus yang terjadi dalam waktu berdekatan. Begitu juga di Indonesia dan negara-negara kawasan Cincin Api.

Erupsi Gunung Agung, Gunung Sinabung, dan gempa bumi di Lebak, Banten, menjadi bagian dari rentetan bencana alam tersebut.

United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR), lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bergerak dalam pengurangan risiko bencana menyebarkan informasi resmi melalui akun media sosial mereka Twitter menyatakan Ring of Fire aktif kembali.

Bulan ini, serangkaian gempa terjadi di wilayah sekitar Guam, Taiwan, dan Jepang. Wilayah tersebut berada di sekitar jalur Ring of Fire, yaitu zona bencana geologi yang berbentuk tapal kuda. Penelitian terbaru di California mengatakan gempa susulan dapat terjadi di pinggiran area gempa terjadi. Mungkin juga terjadi gempa yang lebih besar di daerah yang sama.

Hasil penelitian itu menunjukkan sebagian besar aktivitas gempa susulan terjadi di pinggiran area saat terjadi gempa utama. Gempa terjadi ketika lempeng tektonik bertemu dan meluncur satu sama lain, dan kekuatan gerakan itu lebih besar daripada kekuatan batuan, sehingga menimbulkan garis patahan (garis pada permukaan batu atau tanah).

"Area yang meluncur atau tergelincir tidak mungkin tergelincir lagi, tapi daerah di sekitarnya telah terdorong sehingga menyebabkan gempa susulan. Kemungkinan retakan atau pecahan besar dalam waktu yang berdekatan lebih cepat terjadi," kata Dr Thorne Lay, ahli peneliti ilmu Bumi dan planet di UC Santa Cruz.

Kekuatan gempa susulan

Melalui metode pencitraan, mereka menemukan sebagian besar aktivitas gempa susulan terjadi di pinggiran area yang tergelincir pada saat gempa utama. "Ini menghasilkan lingkaran gempa susulan yang mengelilingi wilayah di sekitarnya dan mengindikasikan bahwa zona yang tergelincir besar kemungkinan tidak akan mengalami getaran besar lagi," kata Lay.

Temuan juga menunjukkan aktivitas gempa susulan yang luar biasa intens terjadi. Gempa besar di sekitar kejadian pertama mungkin masih mungkin terjadi.

Studi ini muncul setelah serentetan gempa bumi terjadi di Pacific Ring of Fire selama dua minggu pertama Februari 2018. Setelah serangkaian gempa menghantam Cincin Api pada Januari 2018, sebuah gempa berskala 6,4 SR melanda pantai timur Taiwan pada 6 Februari, menewaskan 17 orang dan melukai setidaknya 180 orang.

Serangkaian gempa bumi yang berkekuatan 5,7 SR, 5,6 SR, 5,4 SR dan 4,9 SR juga mengguncang wilayah kepulauan AS di Guam pada Selasa (6/2).

Sejak 11 Februari, tiga gempa terjadi di Jepang. Namun para ilmuwan mengatakan aktivitas semacam itu normal terjadi di jalur Cincin Api, dan tidak ada kemungkinan 'efek domino' memicu gempa yang lebih besar.

Kemudian sedikitnya empat bencana alam mengguncang Pasifik pada Januari 2018, termasuk gempa berkekuatan 7,9 SR di Kodiak, Alaska, yang memicu peringatan tsunami.

Sebuah gempa 6,4 SR melanda Indonesia pada minggu yang sama, dan Gunung Kusatsu-Shirane di Jepang meletus, menewaskan satu dan melukai 15 lainnya.

Namun, beberapa peneliti meragukan kejadian-kejadian tersebut mempunyai keterkaitan. "Tidak mungkin ada hubungan," kata Profesor Chris Elders, geolog di Curtin University di Perth, Australia.

Sekitar 90% dari gempa bumi di dunia terjadi di Ring of Fire. Di sepanjang jalur itu ada 452 gunung berapi atau mencakup lebih dari 80% dari gunung berapi yang ada di dunia.

(dailymail/ABCNews/L-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More