Penangkapan Berlebih Ancam Teripang

Penulis: Thomas Harming Suwarta Pada: Jumat, 23 Feb 2018, 06:21 WIB Humaniora
Penangkapan Berlebih Ancam Teripang

ANTARA FOTO/Dewi Fajriani

TERIPANG merupakan salah satu biota laut yang menjadi sumber bahan pangan sehat. Teripang diperdagangkan di lebih dari 70 negara di dunia. Perairan Indonesia termasuk salah satu habitat hewan yang juga dikenal sebagai mentimun laut itu. Sayangnya, saat ini ada kecenderungan penangkapan berlebihan terhadap teripang yang mengancam kelestariannya.

Peneliti Balai Pengembangan Bio Industri Laut (BBIL) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hendra Munandar mengatakan, dengan adanya permintaan yang tinggi terhadap teripang, muncul persoalan ketersediaannya yang makin berkurang.

"Yang kita perhatikan ialah spesies teripang mengalami praktik tangkap lebih (overfishing) karena nilai ekonomisnya yang tinggi, volume perdagangan yang besar, dan relatif mudah ditemukan di perairan dangkal," kata Hendra pada talk show bertajuk Urgensi Hilirisasi Riset Pemanfaatan Sumber Daya Laut Menuju Era Kebangkitan Industri Kelautan di Jakarta, kemarin.

Belum lagi, lanjutnya, teripang pasir yang diambil secara terus menerus dari alam tanpa memperhatikan umur dan ukuran. Dari anakan muda sampai dewasa, untuk memenuhi tingginya permintaan pasar. "Ini yang jadi keprihatinan," imbuhnya.

Hal tersebut, kata dia, mendorong LIPI untuk menjalankan teknologi budi daya teripang sebagai bagian dari mendukung upaya konservasi, usaha budi daya, dan sekaligus penyediaan bahan baku pangan.

"Untuk upaya ini BBIL LIPI sudah mulai melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan budi daya teripang pasir dalam skala komersial. BBIL LIPI telah mampu memproduksi benih secara massal sejak 2015."

Selain aspek pembenihan, lanjut Hendra, BBIL LIPI mengembangkan inovasi teknologi budi daya terbaru untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan teripang.

"Budi daya ini merupakan teknologi budi daya dengan pendekatan multitrofik yang menggabungkan komoditas teripang pasir, bandeng, dan rumput laut dalam satu tambak," jelasnya.

Suplemen makanan

Pada kesempatan yang sama, Peneliti di Laboratorium Bahan Alam Laut Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) LIPI, Abdullah Rasyid, yang melakukan penelitian khusus terkait teripang mengatakan, teripang merupakan salah salah satu jenis bahan baku makanan sehat karena kandungannya yang sangat bermanfaat bagi tubuh.

"Teripang sudah menjadi solusi makanan sehat karena dia mengandung protein, kolagen, vitamin, mineral, omega 3, glukosamina, dan kondroitin," jelas Rasyid.

Menurut dia, teripang sejauh ini dimanfaatkan sebagai makanan pendamping dalam bentuk suplemen kesehatan. LIPI juga telah mengembangkan formula suplemen dari teripang.

"Formulasi sediaan dalam bentuk cair mempunyai banyak keuntungan, yaitu kemudahan dalam penentuan dosis, kemudahan untuk ditelan dan pertimbangan bioavailabilitas. Selain itu, kandungannya lebih mudah diserap tubuh," kata Rasyid.

(H-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More