KLHK Susun Pedoman Ajang Ramah Lingkungan

Penulis: Pro/H-3 Pada: Jumat, 23 Feb 2018, 05:51 WIB Humaniora
KLHK Susun Pedoman Ajang Ramah Lingkungan

ANTARA FOTO/Aji Styawan

PELAKSANAAN berbagai ajang atau kegiatan di Indonesia hingga saat ini dianggap masih belum memperhatikan aspek lingkungan. Tidak hanya dalam hal kebersihan usai acara, tetapi juga dalam teknis pelaksanaan yang kerap berdampak pencemaran.

"KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) siap menggulirkan standar-standar yang sifatnya operasional untuk dimanfaatkan para pihak di lapangan dalam menyelenggarakan event," ujar Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan KLHK, Noer Adi Wardojo, di Jakarta, kemarin.

Ia mengatakan standar tersebut telah ditetapkan berdasarkan SNI ISO 20121:2017 tentang Sistem Manajemen Event Berkelanjutan. Sejak ditetapkannya SNI tersebut di 2017, koordinasi dengan event organizer dan Kementerian Pariwisata terus dilakukan.

"Di 2018 ini akan dimulai pelaksanaannya. Pertama di event-event yang akan dilakukan di taman-taman nasional," ujar Noer Adi.

Kegiatan yang berkelanjutan dilakukan melalui beberapa cara. Di antaranya pembuangan sampah secara terpilah, mengurangi penggunaan plastik, hingga teknis alternatif transportasi menuju dan keluar dari lokasi kegiatan berlangsung.

"Itu semua harus sudah dipikirkan penyelenggara dalam setiap event agar tidak menimbulkan sampah dan polusi akibat kemacetan seperti yang banyak terjadi di event-event selama ini," ujar Noer Adi.

Selain acara di taman nasional, standar tersebut didorong untuk dapat diterapkan setiap penyelenggara acara berskala internasional.

Diharapkan, hal itu sudah mulai bisa dilakukan tahun ini karena akan ada beberapa kegiatan internasional di Indonesia tahun ini, seperti ASEAN Games dan pertemuan Bank Dunia.

Asisten Pengembangan Pasar Bisnis dan Pemerintah Kementerian Pariwisata, Tazbir, mengatakan, pihaknya mendukung program ajang berkelanjutan tersebut.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More