Layanan Uber Daring sangat Mengecewakan

Penulis: Administrator Pada: Rabu, 21 Feb 2018, 08:12 WIB Surat Pembaca
Layanan Uber Daring sangat Mengecewakan

MI/PANCA SYURKANI

SAYA pengguna aplikasi Uber daring sejak 2016. Namun, akibat dua peristiwa belakangan yang merugikan, saya trauma menggunakan jasa aplikasi tersebut.

Bagaimana saya bisa nyaman lagi naik Uber kalau setelah mengendarai transportasi daring itu saya merasa habis kecopetan!

Kejadian pertama berawal dari anak saya, Dustin Delano, yang memakai aplikasi Uber daring pada 3 Januari 2018 dari Bandara Soekarno Hatta ke rumah di Jatibening Baru, Pondok Gede, dengan biaya awal yang terlihat diaplikasi Rp167 ribu. Saat itu dalam perjalanan seperti biasa tidak ada notifikasi atau informasi ada kemacetan/surcharge. Namun, sampai di rumah, anak saya harus membayar Rp576 ribu. Sopir memaksa saya untuk membayar harga itu yang berarti lebih dari tiga kali lipat daripada biaya awal yang terlihat diaplikasi.

Karena tidak terima dengan biaya tersebut, saya komplain ke Uber Help. Namun, dengan gampangnya Uber melakukan penyelesaian dengan memberikan selisih nilainya dalam Uber Kredit. Alasannya, ada kesalahan dalam GPS Uber. Saya berpikir, kejadian tersebut merupakan kejadian terakhir.

Saya berbaik sangka dan yakin bahwa Uber merupakan perusahaan transportasi daring yang profesional sehingga tidak ada lagi kejadian yang di luar akan sehat terjadi pada konsumen. Saya pun berpikir kejadian pertama itu merupakan kejadian terakhir. Namun, ternyata dugaan saya meleset. Saya kembali menjadi korban.

Peristiwa itu terjadi pada Senin, 19 Februari 2018. Ketika itu, saya kembali memercayai Uber setelah kejadian traumatis terdahulu. Dengan penuh percaya diri, saya pesan Uber pukul 22.11 WIB dari Bandara Soekarno Hatta ke rumah. Saat itu harga tertera dalam aplikasi Rp206 ribu. Namun, setelah sampai di rumah ketika sopir memperlihatkan aplikasinya tertera harga yang harus saya bayarkan benar-benar di luar dugaan saya, yakni Rp800 ribu. Biaya tersebut sudah diskon Rp15 ribu dari Rp815 ribu.

Tarif itu benar-benar tidak masuk akal. Biasanya tarif dari bandara ke rumah sekitar Rp150 ribu-Rp200 ribu. Karena saya mengetahui cara komplain ke Uber, saya langsung komplain pada pukul 23.00, tapi baru direspons pada 20 Februari 2018 pukul 07.30. Yang benar-benar membuat saya kecewa ialah jawabannya sama seperti kejadian pertama yang dialami anak saya. Selisih Rp594 ribu diberikan dalam bentuk Uber Kredit dengan alasan yang sama, yakni ada kesalahan pada GPS Uber.

Tentu saja saya tidak dapat menerima jawaban tersebut. Kemudian saya membalas chat saya dengan Uber dengan meminta uang tunai. Namun, Uber tetap ngotot dibayar dengan Kredit Uber. Mendapatkan permintaan tersebut, saya membalas chat tersebut dengan mengatakan akan melaporkan peristiwa ini kepada Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan akan saya viralkan melalui media sosial bahwa Uber tidak memiliki regulasi untuk pembayaran tunai.

Tentu saja saya merasa dirugikan karena saya membayar melalui tunai, tapi penyelesaiannya dengan Uber kredit. kepada siapa saya mengadukan permasalahan ini agar saya sebagai konsumen tidak dirugikan?

Sylvia Maharani Ananta
sylviamaharani284@yahoo.com

Kirimkan keluhan dan komentar Anda tentang pelayanan publik ke e-mail: forum@mediaindonesia.com

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More