Pertunjukan Seni Gaet Turis Tiongkok

Penulis: Administrator Pada: Rabu, 21 Feb 2018, 10:05 WIB IMLEK
Pertunjukan Seni Gaet Turis Tiongkok

MI/Rommy Pujianto

PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, Bali, menggelar pertunjukan seni di Kota Kupang pada Minggu (25/2).

“Pertunjukan seni warga Tiongkok ini yang keempat kalinya di NTT dalam rangka memperingati Tahun Baru Imlek 2018,” kata Kepala Biro Kesra Sekretariat Daerah Provinsi NTT Bartolomeus Badar kepada wartawan di Kupang, kemarin.

Badar menyebut ada sekitar 30 penari yang akan didatangkan langsung dari ‘Negeri Tirai Bambu’ dengan menampilkan sedikitnya 13 pertunjukan seni yang dipusatkan di Aula El Tari, Kota Kupang.

Pertunjukan seni Tiongkok, lanjut Badar, akan diwarnai pula dengan sajian tarian tradisional masyarakat Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores. “Ini sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah mempererat interaksi antara budaya kita NTT dan Tiongkok yang mana banyak keturunanya dari sana juga ada di daerah ini,” ujar Badar.

Pemerintah daerah, lanjut Badar, juga memanfaatkan kehadiran kontingen Tiongkok di ibu kota provinsi selama tiga hari (24-26 Februari) itu untuk mempromosikan potensi pariwisata di daerah setempat. “Mereka akan difasilitasi pemda bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) NTT untuk berkunjung ke museum dan juga pusat penjualan kerajinan tangan atau suvenir di Kota Kupang,” ungkap Badar.

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi NTT Hengki Liyanto selaku pihak pantia penyelenggara mengatakan pentas tersebut juga memiliki nilai edukatif dengan memperkenalkan produk budaya Tiongkok kepada masyarakat setempat.

Selain itu, menurut Hengki, nilai tambahnya juga menyasar promosi dan pemasaran sektor pariwisata yang sedang memggeliat di provinsi setempat. “Jadi, ada sosialisasi budaya lewat pentas seni ini. Di sisi lain, kami ingin memperkenalkan berbagai potensi pariwisata untuk menarik minat kunjungan para turis Tiongkok ke NTT,” jelas Hengki.

Menurut Hengki, arus wisatawan dari Tiongkok ke Indonesia memiliki jumlah yang cukup besar terutama ke Bali yang tercatat bisa mencapai 2 juta orang setiap tahun.

Jika sebanyak 10% dari jumlah turis berkunjung ke Bali tersebut bisa ditarik ke NTT, kata Hengki, sedikitnya 200 ribu wisatawan Tiongkok berkunjung ke provinsi itu setiap tahun.

“Untuk itulah kegiatan seni budaya ini diperlukan agar wisatawan mancanegara bisa langsung datang ke daerah ini menikmati potensi pariwisata di NTT yang kaya,” tandas Hengki. (PO/Ant/X-3)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More