Umat Konghucu Sambut Cap Go Meh

Penulis: Ghani Nurcahyadi Pada: Rabu, 21 Feb 2018, 09:55 WIB IMLEK
Umat Konghucu Sambut Cap Go Meh

ANTARA

SEUSAI Tahun Baru Imlek 2569 Kongzili, umat Konghucu Manado menyiapkan diri menyambut perayaan Cap Go Meh.

“Cap Go Meh merupakan puncak dalam prosesi keagamaan setelah Tahun Imlek yang sudah didahului dengan berbagai ritual keagamaan,” kata pemuka agama Konghucu Kelenteng Kwan Kong, Manado, Sofyan Jimmy Yosadi, Senin (19/2).

Menurut Yosadi, setelah Tahun Baru Imlek, umat Konhucu terus melakukan ritual doa di kelenteng yang bertujuan mendapatkan berkat dan restu untuk prosesi Cap Go Meh. Juga ada pementasan tradisi-tradisi budaya Tionghoa di sekitar area kelenteng. Prosesi Cap Go Meh, lanjut Yosadi, berdasarkan perhitungan dalam penanggalan Tionghoa jatuh pada 15 bulan pertama tahun baru Imlek dan sembahyang dilaksanakan umat pada pagi maupun malam hari.

“Nanti pada prosesi Cap Go Meh, para tang shen akan keluar kelenteng berkeliling dalam arakarakan mengelilingi wilayah di sekitar kelenteng,” ujar Sofyan. Tang Shen dari Kelenteng Kwan Kong, Fong Kim Sian, mengatakan biasanya untuk memperoleh restu melakukan prosesi keluar kelenteng dalam arak-arakan
akan digelar juga upacara. “Ada upacara poa pwe di kelenteng besar, Ban Hin Kiong, dan beberapa tempat ibadah lainnya.

Tetapi berbeda dengan di Kwan Kong,” ungkap Fong. Khusus Kelenteng Kwan Kong tetap keluar dan tidak
bertanya dulu. Sebab dewa di tempat ibadah itu berstatus sebagai panglima perang sehingga tidak lagi harus bertanya untuk melakukan prosesi Cap Go Meh.

Meskipun demikian, menurut Fong, ritual sembahyang tetap dilaksanakan karena itu kewajiban yang tidak boleh diabaikan sehingga harus dilakukan.


Kerukunan umat

Puluhan umat di Tempat Ibadah Tridharma (TITD) Kelenteng Tulus Harapan Kita, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, menggelar ritual Goan Siao, Senin (19/2). Wakil Ketua Pengurus Tridharma Provinsi Gorontalo, Hengki Kamolie, mengatakan sembahyang Goan Siao ialah prosesi untuk bertanya kepada Tian Siang Seng Bo apakah perayaan Imlek 2569 bisa dilaksanakan.

“Kami bertanya dari petugas sembahyang nomor satu dan ternyata setelah bertanya Cap Go Meh direstui dan bisa keluar,” jelas Hengki. Ritual sembayang Goan Siao dilaksanakan tiga hari setelah Imlek yang dilakukan petugas sembahyang untuk mewakili umat.

Hengki mengungkapkan Cap Go Meh akan keluar pada 2 Maret 2018. Sebelum perayaan tersebut dilakukan, umat Tridharma masih akan melakukan beberapa ritual lagi seperti sembahyang Tuhan dan juga pencucian pedang.

Pelaksanaan Cap Go Meh akan dilaksanakan selama tiga hari dan pada 2 Maret merupakan puncak acara, yaitu turun ke jalan. Sementara itu, Ketua Majelis Tridharma Provinsi Gorontalo, Candra, mengatakan dengan bergantinya ke tahun anjing tanah, diharapkan pertanian semakin maju. “Mudah-mudahan pada tahun ini hasil bumi semakin bagus dan kami juga dapat membina kerukunan umat beragama di Provinsi Gorontalo.

Kami lebih mempererat tali silaturahim dan meningkatkan rasa kekeluargaan antarumat beragama,” tandas Hengki. (Ant/X-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut sebanyak tujuh kampus ternama yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB) terpapar radikalisme. Apakah Anda setuju mahasiswa dan dosen yang sudah terpapar paham radikalisme itu dipecat?





Berita Populer

Read More