PBB Minta Hentikan Serangan

Penulis: Irene Harty Pada: Rabu, 21 Feb 2018, 08:55 WIB Internasional
PBB Minta Hentikan Serangan

AFP

PBB memerintahkan diakhirinya penargetan warga sipil di Suriah setelah rentetan serangan udara dan pengeboman yang menewaskan setidaknya 100 warga sipil di Ghouta Timur yang dikuasai pemberontak, kemarin.

Hal itu dilakukan karena pasukan rezim terlihat sedang mempersiapkan serangan darat.

Setelah diduduki pemberontak sejak 2012, Ghouta Timur menjadi kantong oposisi terakhir di sekitar Damaskus dan Presiden Bashar al-Assad telah mengerahkan bala bantuan untuk merebut wilayah itu kembali.

"Sangat penting untuk mengakhi-ri penderitaan manusia yang tidak masuk akal ini," kata Koordinator Kemanusiaan Regional untuk Krisis Suriah Panos Moumtzis.

Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris mengatakan setidaknya 20 korban tewas merupakan anak-anak dan jumlah korban tewas itu menjadi yang tertinggi di daerah pertahanan sejak awal 2015.

"Rezim tersebut mengebom Ghouta Timur untuk membuka jalan bagi serangan darat," kata Kepala Observatory Rami Abdel Rahman.

Oposisi utama Koalisi Nasional, yang berbasis di Turki, mengecam 'perang pemusnahan' di Ghouta Timur dan juga 'kesunyian internasional'.

Pernyataan itu ditujukan kepada sekutu rezim yakni Rusia yang berusaha 'mengubur proses politik' untuk solusi konflik.

Warga Hammuriyeh terlihat panik dan bergegas ke dalam rumah saat mendengar suara jet pertama.

Penembakan juga terjadi di Kota Douma yang menyebabkan lima balita dibawa ke rumah sakit, dipenuhi debu, dan ratapan tak terkendali.

Rumah sakit itu penuh dengan warga sipil yang putus asa.

Sebagian besar Ghouta Timur dipegang dua faksi Islam. Adapun para militan mengendalikan kantong kecil termasuk yang berdekat-an dengan ibu kota.

Observatory dan surat kabar Suriah Al-Watan mengatakan perundingan sedang dilakukan untuk evakuasi para militan dari Ghouta Timur.

Namun, pengeboman yang meningkat tersebut mengindikasikan rezim lebih memilih serangan darat sebagai gantinya.

Pasukan pemerintah melakukan kampanye pengeboman lima hari tanpa henti di daerah kantong pada awal bulan ini dan menewaskan sekitar 250 warga sipil dan melukai ratusan lainnya.

Rezim tersebut ingin kembali menguasai daerah tersebut untuk menghentikan roket pemberontak yang mematikan dan tembakan mortir ke Damaskus.

Lebih dari 20 warga sipil terbunuh oleh tembakan pemberontak bulan ini di Damaskus dan dengan desas-desus serangan terjadi di Ghouta Timur, banyak orang yang tinggal dekat Ghouta mulai berkemas.

Masuk Arfin

Pada saat yang sama, pasukan propemerintah juga akan memasuki Afrin yang dikontrol Kurdi utara sebagai sikap melawan serangan Turki sebulan yang lalu, menurut media pemerintah Suriah.

Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) mengendalikan barat laut Afrin sejak 2012 sebelum menjadi target serangan tentara Turki dan sekutunya, pemberontak Suriah.

Ankara melihat YPG sebagai kelompok teroris yang terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang melakukan pemberontakan di Turki tenggara sejak 1984.

Menlu Turki Mevlut Cavusoglu memperingatkan intervensi apa pun untuk mendukung YPG tidak akan mencegah Ankara untuk terus melakukan serangan ofensifnya.

"Jika rezim tersebut masuk (Afrin) untuk menggulingkan PKK, YPG, tidak ada masalah. Tapi, jika mereka masuk untuk melindungi YPG, tidak ada yang dapat menghentikan kami dan tentara Turki," tukasnya. (AFP/I-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More