Bangka Belitung, Sehari Saja

Penulis: Iis Zatnika Pada: Senin, 19 Feb 2018, 21:32 WIB Weekend
Bangka Belitung, Sehari Saja

ANTARA

JANGAN risau jika waktu yang tersedia buat pelesir di Bangka Belitung singkat saja, pesonanya tetap dapat dinikmati dengan komplit. Kultur, kuliner, pantainya bisa dituntaskan dalam sehari saja. Pun, oleh-oleh masa kini, mulai getas hingga terasi, hingga cendera mata dari kisah lalu Bangka dengan tambang timahnya, Danau Kaolin.

Saya membuktikannya dalam pelesir dengan agenda nan padat bersama Kementrian Pariwisata belum lama ini. Jalanan yang mulus licin dan lokasi destinasi yang berdekatan membuat penjelajahan tak payah, jaraknya hanya belasan hingga puluhan menit saja.

Sambut matahari di Pantai Parai Tenggiri
Sambut matahari terbenam di pantai terdekat dari penginapan. Saya memburu semburat kuning surya dari Pantai Parai Tenggiri di
Bangka, dengan airnya nan bening dan bebatuan granit yang kokoh.
Memandang langit dengan warnanya yang kontras dengan biru kehijauan laut menegaskan berkah alam pada Indonesia yang tak patut disia-siakan.

Seperti juga pantai-pantai cantik di penjuru nusantara lainnya, tak ada biaya buat ke sana. Keindahan yang tak berbayar.

Air lautnya yang cenderung dengan tenang dengan ombak yang tak terlampau besar membuat pantai ini juga bersahabat buat anak-anak. Dari mana pun sudut pengambilannya, pun teknik memotretnya, panorama yang terekam di kamera semuanya bagus!

Kilau Danau Kaolin
Ketika matahari belum terlampau tinggi, beralihlah ke Danau Kaolin, salah satu ikon sejarah timah di Bangka Belitung. Udara Bangka yang hangat dan tak adanya tumbuhan di sekitarnya, membuat waktu terbaik buat mengunjunginya adalah ketika matahari masih bersahabat, di pagi atau sore hari.

Danau yang punya warna berbeda, hijau dan biru pada masing-masing sisinya, memang menakjubkan di mata. Latar putih pada pasir di sekitarnya, membuat kilau warnanya sempurna.

Hindarkan dari godaan mencelupkan kaki atau tangan ke airnya, karena genangan dengan kedalaman 2 hingga 10 meter, yang berasal dari kerukan kegiatan tambang di sana, tentu tak aman.

Cukup puaskan berfoto-foto disana, yang akan lebih baik jika melibatkan kacamata hitam sebagai properti. Seperti juga pantai-pantainya, Bangka dengan Danau Kaolinnya cantik dari segala arah!

Sedapnya Nganggung Dulang
Saatnya makan siang! Istimewa karena kami dijamu makan bersama Dinas Pariwisata dengan sajian Nganggung Dulang. Belasan tudung saji yang tertutup rapat, dengan cat warna warni kuning, merah dan hijau terhampar di atas tikar.

Tersedia ketupat, timun yang dicacah dengan irisan bawang merah serta gulai ikan dengan potongan nanas, lengkap dengan kobokannya. Satu dulang bisa disantap hingga empat orang yang duduk melingkar. Tradisi ini mengajarkan kebersamaan, lekatnya kultur kuliner Bangka dengan kekayaan alam bahari serta kuatnya tradisi Melayu.

Ada jejak belacan, terasi bermutu baik yang diolah dengan penuh kehati-hatian oleh para perajin Bangka serta warisan Melayu dengan santannya yang kental.

Benar saja, karena didesain makan bersama nan akrab, obrolan mengalir lancar sehingga ponsel cukup dikeluarkan seklai saja, memotret perpaduan warna aneka menu itu di awal. Selanjutnya, santap sambil mengobrol akrab, tanpa perlu sebentar-bentar melirik layar ponsel.

Bukan cuma itu, Bangka pun mengajarkan tentang kearifan lokal tentang pola konsumsi, bukan cuma penuh warna, namun juga seimbang dengan keseimbangan nutrisi, karbohidrat, protein hingga sayur tersaji lengkap dan sedap!

Pelangi di Tanjung Tinggi
Ketika perut telah terisi, jangan lewatkan kesempatan buat menjelajahi Tanjung Tinggi, pantai yang tersohor karena film Laskar Pelangi. Batu-batu granit raksasa, pasir putih dan air laut yang biru kehijauan. Nikmati berloncatan dari satu batu ke batu lainnya mencari susut terbaik buat menikmati dan berfoto, yang semuanya indah.

Lautnya yang tenang, menggoda buat nyemplung! Tersedia kamar ganti dan bilas di sekitar pantai. Jangan lewatkan berfoto dengan plang tulisan Lokasi Syuting Laskar Pelangi.

Sesap kopi di Kong Djie
Tak terasa, senja menjelang. Matahari mulai meredup, saatnya ngopi sambil bersantai. Kami beralih ke kedai kopi paling tersohor di kalangan para pelancong, Kopi Kong Djie juga di Belitung.

Pesan kopi hitam, dan sesap aroma dan jejak rasanya. Ajak kawan seperjalanan ngobrol ringan sambil menghirupnya pelan-pelan. Ah, mantap! (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More