Gugah Kepedulian Masyarakat lewat Seni Lukis

Penulis: Administrator Pada: Senin, 19 Feb 2018, 15:14 WIB Seni
Gugah Kepedulian Masyarakat lewat Seni Lukis

Ist

KEKERASAN kerap menjadi santapan keseharian di semua lingkungan masyarakat. Namun, tidak banyak yang punya kepedulian untuk mencoba menyuarakan bahkan menghentikan kekerasan tersebut.

Salah satu cara menyuarakannya ialah melalui medium seni. Hal itu yang dilakukan mahasiswa tingkat akhir Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, Aurora Santika Pangastuti, melalui pameran tunggal karya lukisnya berjudul 'Breaking Through' yang ditampilkan di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki 19-25 Februari.

Sebanyak 23 karya yang ditampilkan Aurora menyajikan tiga tema besar yang menyuarakan kekerasan yang terjadi di masyarakat, terutama yang terjadi terhadap perempuan. Mahasiswa yang Juni nanti berusia 22 tahun itu mengakui karyanya terinspirasi dari pengalaman hidup baik pribadi maupun pengamatan dirinya.

"Kasus seperti bullying dan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan sekitar menjadi tema yang penting bagi saya untuk diangkat menjadi karya seni lukis. Melalui karya ini, saya akan mendorong masyarakat lebih peduli pada kekerasan itu," kata perempuan yang akrab disapa Ara itu di Jakarta, Senin (19/2).

Meski menampilkan karya yang terbilang muram. Aurora yang besar dengan budaya pop itu menggabungkannya dengan warna yang cerah khas budaya pop. Hal itu, katanya, dipengaruhi oleh budaya pop dan juga sebagai simbol bagi yang tertindas untuk keluar dari keterkekangan.

"Kalau dipadukan dengan warna lebih gelap akan menjadi makin muram. Ini jadi simbol keluar dari keterkekangan," ujarnya.

Kurator pameran tunggal tersebut, Suwarno Wisetrotomo, mengatakan, Aurora merupakan seniman muda yang berani tampil dengan tema yang muram. Namun, itu menjadi unik karena dengan tema tersebut, Aurora menunjukkan ide yang kuat dengan menampilkan kekerasan sehingga menjadi lukisan yang autentik.

"Apalagi didukung dengan pengakuan Ara yang tidak punya idolasi dalam dunia seni. Ini menjadi jalan penting bagi Ara untuk menapaki rimba dunia seni rupa yang tak mudah. Semangatnya untuk menerobos itu yang tampak menyala. Ini menjadi model lain dari generasi milenial untuk menyuarakan sesuatu," kata pengajar di Fakultas Seni Rupa ISI tersebut. (RO/OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Kolom Pakar

Read More

Poling

Perlukah pelaku penyebaran hoaks diberi hukuman berat?





Berita Populer

Read More