Bukan sekadar Turunkan Berat Badan

Penulis: Administrator Pada: Minggu, 18 Feb 2018, 15:04 WIB Jeda
Bukan sekadar Turunkan Berat Badan

THINKSTOCK

AWALNYA Yuli Satriawati, 43, tidak begitu saja mengiyakan tawaran

temannya untuk mengikuti program diet keto. Butuh waktu sekitar dua tahun untuk Henny menyakinkan diri. Pada 2015, Yuli harus memang telah mendapat informasi terkait dengan diet keto dari seorang temannya yang datang ke rumahnya. Kala itu Yuli tengah berada dalam vonis autoimun yang mengakibatkan sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan. Buntutnya sistem imun tubuh yang malah menyerang jaringan tubuh. Padahal, seharusnya sistem imun hanya menyerang organisme atau zat-zat asing yang membahayakan tubuh.

"Waktu itu ada teman datang ke rumah pas awal saya sakit 2015. Ia bilang coba ikut Keto. Tapi waktu itu belum terlalu parah, jadi enggak saya ikutin," kenang Yuli.

Lambat laun penyakit autoimun yang diderita Yuli semakin menjadi. Ia diharuskan untuk minum obat seumur hidupnya. "Saya kan kena penyakit autoimun. Jenisnya rheumatoid sama scleroderma. Radang sendi jenis itu lah. Itu kan kita harus minum obat dokter seumur hidup. Obat itu menekan sistem imun sehingga kita sendiri rawan terserang penyakit," terang Yuli mengawali cerita alasan ikut diet keto.

Bergelut dengan penyakit itulah yang membuat Yuli berpikir untuk mencari alternatif untuk melawan gangguan rheumatoid (radang sendi). Selain pengobatan, ternyata diet tertentu dapat membantu. Dua tahun kemudian, Yuli mulai tergerak mengikuti diet. Pilihannya jatuh pada ketofastosis. Tepatnya pada April tahun lalu, Yuli memulai serangkaian program diet keto.

Diet keto merujuk pada kondisi ketogenik, yakni ketika liver memproduksi keton untuk digunakan sebagai bahan bakar atau energi yang digunakan seluruh tubuh terutama otak. Ketogenik terjadi ketika tubuh tidak lagi ada asupan karbohidrat atau glukosa sebagai sumber makanan untuk diproses menjadi energi.

Yuli hanya makan semua makanan bersumber dari hewani, terutama untuk sumber lemak. Ia juga mengonsumsi lemak nabati. Ia dilakukan selama hanya 6-8 jam per hari. Selebihnya ia harus berpuasa makanan. Ia boleh minum air putih ataupun minuman tanpa kalori dan tanpa gula. Selain itu, ia juga meminum virgin coconut oil (VCO) dan kaldu. VCO diminum 1 sendok makan per 3 jam. Pola tersebut dinamakan fase induksi. Itu dilakukan sampai ketika gula puasa dibawah 80 mg/dL.

"Kita menghindari gula dan berbagai jenis karbohidrat. Jadi (makannya) lemak, protein yang berasal dari hewani. Minum air. Boleh minum kopi tapi enggak pakai gula," terang Yuli.

Fase diet
Selain itu, Yuli mengonsumsi madu khusus bernama immunator honey yang dijual seharga Rp400 ribu/100 ml. Ia mengonsumsi madu empat kali setengah sendok teh setiap harinya. Setelah fase induksi, rangkaian pola diet akan masuk ke fase berikutnya, yakni fase konsolidasi. Pada fase itu, yang paling membedakan ialah boleh konsumsi sayur pada makanan serta waktu puasa minimal 18 jam. Yuli akan dinyatakan lulus dari fase konsolidasi setealh periksa gula puasa masih di bawah 80 mg/dL.

Setelah itu, baru ia masuk fase maintenance (pemeliharaan). Fase ini mengharuskan dirinya berpuasa selama 20 jam.

Sejak mengikuti diet keto, Yuli merasakan manfaat pada tubuhnya. Sendi menjadi lebih mudah digerakkan dan telapak kaki mulai bisa menapak.

"Sampai saat ini ada sedikit perubahannya. Saya sekarang sendinya sudah lumayan. Telapak kaki mulai tipis," aku Yuli.

Yuli memperoleh informasi diet keto dari jejaring komunitas yang mudah ditemui media sosial berbasis daring. Kala ia memulai diet, belum banyak tenaga kesehatan yang mengetahui tentang diet keto.

"Saya baca-baca. Di Facebook ada grupnya," ujarnya.

Karena info tentang diet ini sudah banyak beredar, Yuli tidak mengajak teman-temannya untuk turut dalam program diet. "Kebanyakan teman-teman saya sudah tahu tentang ketofastosis. Jadi ya ngapain," pungkasnya.

"Diet keto adalah tubuh mengeluarkan benda keton dari tubuh saat lemak dipakai sebagai sumber energi. Biasanya sumber energi kita adalah gula darah," terang pakar gizi dan kesehatan Grace Judio.

Menurutnya, benda keton terdiri atas tiga senyawa, yaitu aseton, asam asetoasetat, dan asam beta hidroksibutirat. Ketiga senyawa itu merupakan produk metabolisme protein dan asam lemak. Ketika tubuh mengalami gangguan metabolisme, terutama gangguan metabolisme karbohidrat, tubuh akan menggunakan simpanan asam lemak dan protein untuk menghasilkan energi.

Kondisi ketogenik biasanya terjadi saat puasa atau saat sedang membatasi asupan karbohidrat, sedangkan diet keto ialah diet yang dilakukan untuk mencapai keadaan ketosis dalam tubuh. "Kondisi ketogenik bisa dicapai dengan diet apa pun, seperti OCD, puasa, diet rendah kalori, rendah lemak, dan lain-lain asal ada defisit kalori," tambah Grace.

Menurutnya, disebut diet ketogenik bila asupan sehari-hari rendah kalori dan hanya mengandung 20 gr karbohidrat per hari. "Jadi buah tidak bisa masuk. Apalagi nasi, olahan tepung, dan gula. Sayuran juga hanya tertentu saja yang rendah karbohidrat. Aslinya malah sayuran tidak diperbolehkan," jelas Grace. (Abdillah M Marzuqi/M-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More