Hidup Sehat dengan Pola Hidup Sehat

Penulis: Administrator Pada: Minggu, 18 Feb 2018, 10:10 WIB Jeda
Hidup Sehat dengan Pola Hidup Sehat

KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR

SEJAK 2008, Dewi Hughes sudah mulai merasa sakit pada tubuhnya dan saat memasuki usia 40 tahun dirinya pun harus mengakui bahwa dia sudah obesitas. Atas dasar itulah, dirinya berdiet atas dasar kesehatan bukan karena ingin langsing karena pada 2013 dirinya sudah mulai suntik pain killer untuk meringankan rasa sakitnya.

"Akhirnya di 2015 rasa sakitnya benar-benar sudah tidak mempan lagi pakai pain killer dan di situ saya tidak bisa bergerak, bergerak bisa tapi sakit. Saya ketemu sebuah cara di internet bahwa orang-orang yang umurnya panjang ternyata mereka makan buah-buahan dan sayur-sayuran," jelas Dewi

Mulai saat itu pun atau awal 2016 dirinya mulai melakukan diet, dan dietnya pun berhasil menurunkan berat badannya 11 kilogram dalam sebulan dengan kondisi perut yang terus kenyang. Sejak itulah teman-temannya menamai diet yang dilakoninya sebagai diet kenyang.

Menurut pakar gizi dan kesehatan, Grace Judio, diet yang paling baik ternyata tidak hanya melulu tentang jenis makanan dan sumber nutrisi, tetapi juga pola konsumsi yang baik. Pola paling ideal ialah makan sewaktu lapar. Lalu, berhenti makan bukan pada saat kekenyangan, melainkan saat kenyang.

Diet keto yang sekarang hit, menurut Judio, mempunyai beragam manfaat, di antaranya menurunkan berat badan dan mengontrol kadar gula darah. Selain itu, diet keto juga bisa membuat otak lebih fokus dan mengontrol epilepsi.

Di balik segudang manfaat diet keto, ternyata ada pula efek samping. Bahkan, berbahaya jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Efek ringannya bisa memunculkan gejala, seperti haus, mulut kering, sering buang air kecil, kulit kering, kelelahan, sakit perut, muntah, kesulitan bernapas, dan kebingungan, sedangkan akibat paling fatal bisa menyebabkan koma. (Riz/Zuq/M-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More