Berawal dari Pertemuan Sahabat

Penulis: Abdillah M Marzuqi Pada: Minggu, 18 Feb 2018, 07:45 WIB Gaya Urban
Berawal dari Pertemuan Sahabat

MI/BARY FATAHILLAH

BESI-BESI yang menjadi payung semacam halte menjadi saksi bisu awal keberadaan Komunitas Sword. Pada awalnya, mereka menggunakan besi-besi yang ada di taman itu sebagai alat bantu olah raga.

“Ini sebagai salah satu saksinya, saksi bisu. Ini tempat pertama kali latihan. Kita gelantung-gelantungan di halte-haltean seperti ini,” kenang Kelvin Lokananta Nasution, 22, seraya menunjuk ke atas.

Desain tempat duduk taman setidaknya cukup bisa menjadi pilihan sebagai alat bantu olahraga. Diameter besi yang cukup besar dengan fondasi kukuh mengizinkan mereka untuk berlatih pull up. Mereka melakukannya dengan menggantungkan diri pada besi-besi yang berfungsi sebagai penahan atap. Besi itu memayungi kursi beton yang biasa digunakan untuk bersantai.

Saat ini Komunitas Sword telah punya alat bantu olahraga untuk mengganti peranan besi halte itu. Besi disusun sedemikian rupa untuk membantu mereka melakukan pull up maupun gerakan lain.

Suatu ketika, Kevin bertemu dengan Birengga. Keduanya saling berbagi cerita tentang aktivitas olahraga masing-masing. Ternyata mereka berdua sama-sama pernah mengikuti Street Workout di Senayan, Jakarta. Dari situlah muncul keinginan mereka untuk membuat komunitas di Depok. Akhirnya dengan beranggotakan lima orang, Komunitas Sword berdiri pada 26 Agustus 2015. “Saya, Birengga, Gesja, Hilman, sama Bagus yang mendirikan,” terang Kevin.

Alasan utama untuk membentuk komunitas ini bagaimana berolahraga tanpa harus mengeluarkan uang sama sekali, sekaligus membentuk tubuh ideal. Street workout menjadi pilihan yang tepat.

Terdapat perbedaan antara fitnes dan street workout. Kalau fitnes dilakukan di ruangan tertutup, sedangkan street workout dilakukan di ruangan terbuka. Mereka menggunakan jalanan sebagai tempat berolahraga. Mulai push up, pull up, hingga sit up dilakukan hanya beralaskan tanah. Komunitas Sword tidak memandang usia dan latar belakang. Siapa pun boleh bergabung, mulai anak, remaja, hingga dewasa. (Zuq/X-7)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More