Membentuk Badan Ideal Murah Meriah

Penulis: Abdillah M Marzuqi Pada: Minggu, 18 Feb 2018, 07:30 WIB Weekend
Membentuk Badan Ideal Murah Meriah

MI/BARY FATAHILLAH

HARI beranjak senja saat tiba di Taman Merdeka, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Tempat Komunitas Street Workout Depok (Sword) selalu ramai setiap Selasa, Kamis, dan Minggu. Sore itu masih ada 50 anak muda yang tergabung dalam komunitas tersebut. Mereka menggunakan taman atau lapangan untuk berolahraga agar membentuk tubuh ideal.

Ada anggota yang hanya memakai sandal, pakaian bebas, bahkan tampilan mereka boleh dibilang tidak mencerminkan aktivitas mereka sebagai olahragawan. Namun, anggapan itu bakal musnah ketika melihat semangat dan keseriusan mereka melakukan berbagai macam gerakan.

Dengan canda dan tawa mereka terlihat melahap semua menu latihan malam itu. Mereka begitu antusias berlatih di bawah cahaya temaram lampu taman. Terdapat empat lampu taman yang menyorot dari tiang tinggi. Lampu-lampu itu kerap mati mendadak. Lalu, secara tiba-tiba menyala kembali. Berulang kali, hingga ketidakpastian cahaya tidak lagi dipersoalkan. Mereka tidak terganggu dengan soalan lampu. Tetap saja berolahraga dengan asyiknya.

Awalnya, mereka membentuk lingkaran besar untuk menampung setiap anggota komunitas yang hadir. Lalu, bermulalah rangkaian olahraga Komunitas Sword. Mereka mengawali dengan peregangan seluruh sendi dan otot dari sekujur tubuh. Setelah itu pemanasan.

“Menu hari ini ada stretching, ada pemanasanlah. Pemanasan kita ada materi kaki, seperti lompat jumping jack, squad, buat betis namanya kalfres. Setelah itu semua selesai bareng-bareng, kita pembagian kelas,” terang Instruktur Sword Arwiyandilla Gesja S, 27.

Setelah pemanasan barulah mereka membagi diri menjadi beberapa kelas. Malam itu tersedia tiga kelas dengan menu latihan yang berbeda. Gesja menjelaskan program olahraga yang dilakukan. Gesja mengatakan untuk tingkatan disesuaikan kemampuan anggota. Bagi pemula, tidak akan diberikan jenis olahraga yang berat. Malam itu pemula masuk di kelas progres.

“Hari ini ada kelas progress, beastmode, freestyle, sama ladys. Kalau yang progress, hari ini kita kasih latihan push up, serba push up,” tambah Gesja.

Kelas progress, lanjutnya, diperuntukkan bagi para pemula untuk menguasai gerakan dasar, seperti push up, pull up, dips, squat, dan muscle up. Malam itu, menu latihan untuk kelas progress berkutat pada variasi push up. Mereka wajib menyelesaikan rangkaian set dari mulai mengular push up, wide push up, diamond push up, decline push up, dan beast dips.

Sementara itu, pada kelas beastmode, variasi dan pengulangan gerakan terlihat lebih banyak jika dibandingkan dengan kelas progress. Meskipun beberapa gerak­an juga ada yang sama. “Repetisinya lebih banyak. Biasanya beastmode pull up pakai beban lagi,” urai Gesja menjelaskan perbedaan kelas beastmode.

Street Workout menjadikan berat tubuh sebagai beban dalam berolahraga. Jadi itu bisa dilakukan dengan pull up, sit up, hingga push up. “Kalau yang sudah mulai lama latihan, di sini juga ada freestyle. Biasanya freestyle diperlombakan kalau di Street Workout,” kata Gesja.

Lain halnya dengan menu untuk kelas ladys yang dirancang untuk mengecilkan otot-otot. “Jadi kalau cewek-cewek biasa­nya pengennya untuk kecilin otot kaki sama kecilin lengan, tangan. Makanya biasanya kita kasi set kaki, habis itu push up sama beastdips,” tegasnya lagi seusai latihan.

Efektif bentuk otot
Komunitas Sword berdiri sejak pertengahan 2015. Awalnya hanya lima orang, sebab belum banyak yang mengetahui manfaat olahraga tersebut. Kini Komunitas Sword memiliki anggota aktif hingga 150.

Berbagai alasan menjadi pilihan anggotanya untuk bergabung dalam Sword. Namun, mayoritas karena ingin menguruskan badan, membentuk bisep, menggemukkan badan, dan mengidealkan tubuhnya. Street Workout memang terkenal sebagai latihan efektif untuk pembentukan otot tubuh.

Mereka menggunakan jalanan sebagai tempat berolahraga. Mulai push up, pull up, hingga sit up dilakukan hanya beralaskan tanah.

Komunitas Sword memang tidak terlalu banyak punya anggota perempuan. Malam itu hanya ada tiga perempuan. Salah satunya, Anggie D Pratiwi, 19. Ia merupakan salah satu anggota yang telah bergabung dengan Sword sejak 2015.

“Saya bergabung pada 2015 akhir. Dulu masih sedikit, cuma ada satu cewek,” ujar Anggie, anggota.

Anggie mengaku mengkuti Sword untuk mempelajari gerakan bernama Australian Push up. Selain itu, ia juga ingin membentuk tubuh menjadi lebih ideal.

“Kalau pertama mungkin sehat. Dulu kan gak tahu olahraga, cuma karate doang. Jadi badannya berisi. Terus saya kecilin di sini, turunin berat badan. Sehat, berat badan turus, tahu banyak gerakan,” terang Anggie.

Olahraga ini juga tidak mengenal batas usia. Salah satu anggota termudanya tercatat berusia 15 tahun. Harry Hikma telah mengikuti Sword selama lima bulan. Selama jangka waktu itu ia bergaul dengan anggota yang berusia lebih tua. Harry mengaku tidak mempunyai kesulitan untuk bersosialisai dengan sesama anggota Sword.

“Jadi anggap saja sebaya. Jadi masih nyambung,” ujar Harry tertawa.

Selain itu, selama lima bulan, Harry juga telah mendapati manfaat latihan. Badannya yang dulu gemuk kini telah mendapati bentuk ideal.

Menariknya dari komunitas ini adalah tidak ada biaya sepeser pun untuk bergabung maupun iuran bulan. Para anggota hanya cukup datang memakai pakaian olahraga, termasuk sepatu, dan yang paling penting air minum. Setelah itu mereka telah siap untuk melahap menu latihan yang telah disiapkan. (X-7)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More