Art Brut, ketika Anak Berkebutuhan Eksis Melukis

Penulis: Fathurrozak Jek Pada: Minggu, 18 Feb 2018, 08:45 WIB Weekend
Art Brut, ketika Anak Berkebutuhan Eksis Melukis

MI/Duta

SORE, Medi mengunjungi kelas melukis di Galeri Hadiprana, Kemang, Jakarta Selatan. Ada Risyad yang asyik menyapu kuas dan memberikan warna biru sebagai langit. Sesekali dia bertanya, “Pohonnya warna apa?”

Ada juga nih, teman kita yang tidak menggunakan kuas, tapi menggunakan tangannya langsung saat mewarnai kanvas dengan cat berwarna nuansa ungu.

Ada juga Fadhillah Atikah, yang sesekali dibantu Pak Timotius Suwarsito dalam memberikan warna. Fadhillah memilih warna kuning untuk mewarnai kanvasnya.

Lebih istimewa lagi karena beberapa yang melukis di kelas itu ialah teman-teman kita yang berkebutuhan khusus, autisme. Sobat Medi tahu enggak nih, ternyata beberapa karya dari kelas lukis di Galeri Hadiprana itu sudah dipamerkan! Iya, termasuk karya Kak Calliandra yang juga berkebutuhan khusus, berupa lukisan es krim tadi.

Ya! Pameran yang diberi judul Love Never Fails ini ternyata semuanya karya teman-teman berkebutuhan khusus. Di antaranya, para murid kelas lukis Pak Timotius.

Terapi atau semata berkarya
Oh ya Sobat Medi, Pak Toto, panggilan akrabnya, sudah mengajar melukis sejak 2003 nih dan memang sudah banyak mengajari teman-teman yang berkebutuhan khusus.

Biasanya, dalam mengajar, Pak Toto akan berkomunikasi dengan orangtua, apakah dalam melukis akan digunakan sebagai terapi, atau memang dibebaskan untuk menghasilkan karya. “Kalau terapi, berarti ngajarinnya harus diulang-ulang,” kata Pak Toto di sela mengajar melukis di Galeri Hadiprana.

Murid-murid yang sedang mengikuti kelas melukis di kelas yang diajar Pak Timotius Suwarsito. Foto: Dok ART BURT

Dalam mengajar pun, Pak Toto akan menggabungkan teman-teman kita yang berkebutuhan khusus itu dengan teman-teman yang lainnya. Ini supaya saling berinteraksi lo, Sobat Medi.

Kalau kamu juga punya teman yang memiliki kebutuhan khusus, jangan dicuekin ya. Kita harus belajar untuk peduli dan saling belajar.

Seperti yang dikatakan Pak Toto, tujuan dia dalam menggabungkan murid lukisnya dalam kelas yang sama itu membangun kepedulian juga empati.

Istilah art brut
Tahukah Sobat Medi, istilah buat karya lukis dari teman-teman yang berkebutuhan khusus ini? Ternyata, ada sebutan khusus lo, namanya art brut. Nah, pelukisnya juga termasuk teman-teman atau orang dewasa dengan gangguan mental seperti bipolar atau skizofrenia.

“Ini untuk memudahkan sebagai wadah ketika kita berhubungan dengan internasional. Di internasional kan sudah ada namanya, ya art brut itu,” kata Pak Toto yang merupakan anggota dari Yayasan Art Brut Indonesia, yang akan segera diresmikan.

Ketenangan dari melukis
Proses melukis ternyata bisa menghadirkan ketenangan buat teman-teman kita ini lo. Seperti cerita dari kak Ramadika yang sudah mengikuti kelas lukis yang diajar Pak Toto sejak usia 7 tahun. Awalnya kak Rama ikut kelas lukis bertujuan terapi.

Namun, kata Pak Toto, seiring dengan berjalannya waktu, Kak Rama bisa lebih tenang dan bisa mengendalikan diri. Akhirnya Pak Toto memutuskan Kak Rama bisa melukis dengan tujuan melukis secara murni, bukan terapi lagi.

Kini beberapa karya Kak Rama pun ikut dipamerkan bersama karya milik delapan murid lain Pak Toto dari kelas lukis Galeri Hadiprana. Wah, keren ya Sobat Medi, teman-teman kita bisa menunjukkan karya meski mereka memiliki keterbatasan.

Fadhillah Atikah, yang sore itu Medi lihat sedang melukis, juga masih dalam tahap terapi nih Sobat Medi. Namun, Pak Toto mengatakan, dia juga sedang mencari gaya melukisnya.

“Dalam proses belajar saya menawarkan banyak gaya. Nanti saya lihat mana yang bisa lakukan terbaik dengan sedikit bantuan dari saya. Nanti kalau bisa sendiri ya saya lepas untuk mandiri.”

Nah, dengan demikian, terbukti dong Sobat Medi, tidak ada yang terbatas. Siapa pun bisa berkarya, termasuk teman-teman kita yang berkebutuhan khusus, bisa kok, menghasilkan karya art brut. Yuk, saatnya mengapresiasi karya teman-teman kita yang berkebutuhan khusus. Enggak cuma apresiasi karyanya ya, Sobat Medi, tapi kita juga harus peduli dan berinteraksi dengan mereka. (M-1)

Cari Tahu Yuk
1. Art brut karya seni yang dihasilkan mereka yang memiliki gangguan mental ya, Sobat Medi. Namun, di Indonesia, art brut akan mewadahi hasil karya teman-teman yang memiliki kebutuhan khusus seperti gangguan mental, gangguan perilaku, dan teman disabilitas

2. Tahu enggak nih, Sobat Medi, art brut itu berasal dari bahasa Prancis, yang artinya rought art (seni kasar), dan raw art (seni mentah).

3. Di Indonesia, tokoh pelukis art brut ada Ni Tanjung, Pak Dwi Putro Mulyono (Pak Wi), dan Kak Hana Madness.

4. Pameran Love Never Fails yang diadakan di Galeri Hadiprana, bertujuan mengenalkan art brut ya, Sobat Medi. Baik dari pengertiannya, siapa saja pelukisnya, dan seperti apa karyanya. Pameran ini diselenggarakan Yayasan Art Brut Indonesia, yang baru terbentuk. (*/M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More