Pemilos Sukses, Kami Siap Hadapi 2019!

Penulis: Anisa Wardatul Janah, Kelas XII IPA 2 MAN 2 Kulon Progo, Yogyakarta Pada: Minggu, 18 Feb 2018, 08:30 WIB MI Muda
Pemilos Sukses, Kami Siap Hadapi 2019!

MI/Duta

DI sekolah kami, MAN 2 Kulon Progo, Yogyakarta, pemilos atau pemilihan OSIS, dilaksanakan dengan standar pemilihan umum (pemilu) di Indonesia. Kami membentuk panitia umum yang bertugas merencanakan, melaksanakan hingga mengevaluasi, tapi yang terlibat mulai kepala sekolah, bapak/ibu guru, pegawai dan tentunya para siswa. Selain itu, pada Sabtu (20/1), hadir pula tamu, perwakilan SMP/Mtsn lain serta empat alumni. Rangkaian kegiatan ini memang sengaja dibuat berbeda dari tahun sebelumnya agar memberikan lebih banyak pembelajaran dan pengalaman bagi para siswa!

Serupa pemilu
Kamu mau tahu ceritanya?

Pemilos diawali dengan penjaringan calon kandidat yang diusulkan MPK atau majelis perwakilan kelas. Anggota MPK berasal dari perwakilan kelas. Setelah melalui proses seleksi di MPK, akhirnya diperoleh tiga kandidat ketua dan wakil OSIS.

Di hari pemilihan, para siswa mengantre sesuai nomor antrean pemanggilan masing-masing. Mereka memilih dengan mencoblos jagoannya, memasukkan kertas suara ke dalam kotak dan tentunya mendapat tanda pada jari sebagai bukti telah sah mengikuti pemilos, dan diikuti kegiatan yang tak kalah seru, penghitungan suara!

Semua kegiatan itu diikuti dengan penuh semangat oleh seisi sekolah, hujan yang kemudian turun tiada hentinya menjadikan suasana jadi romantis menurutku!

Ada juga drama yang terjadi ketika para siswa memenuhi kelas, perpustakaan, aula, hingga lapangan upacara untuk melaksanakan kegiatan. Sebelumnya, kegiatan hanya berlangsung di tengah lapangan.

Bersama menyanyikan Indonesia Raya dan mars MAN 2 Wates mengawali acara, diikuti paparan dari Kepala Sekolah Anita Isdarmini.

“Tema yang kita pilih, pesta demokrasi bertabur talenta. Ini ajang pelatihan untuk pemilu 2019 yang akan datang, para siswa bisa belajar mencoblos calon kandidat yang akan dipilih nanti.”

Tiga pasang kandidat
Ada tiga kandidat ketua, yaitu Jati Hunus S kelas XI MIPA 3, Aiena Risa kelas XI IPS 1, dan Habib Ahmad H kelas XI MIPA 2, sedangkan calon wakilnya Fachrulikhza kelas X MIPA 3, Nastiti Gusti L kelas X IPS 2, serta Luthfi Suci A kelas X MIPA 2. Sebelum dicoblos, mereka diberi waktu untuk berkampanye, mayoritas mengungkapkan agendanya untuk mewujudkan siswa madrasah yang aktif, kreatif, dan inovatif.

Seperti juga para politisi sesungguhnya, para kandidat juga harus mampu menjawab pertanyaan dari penanya, mulai tim khusus yang ditunjuk untuk menguji kemampuan mereka hingga para siswa lainnya. Sesi ini tentu menegangkan bagi para calon kandidat dan tentu para pendukungnya yang terus antusias memberikan semangat. Pasalnya, ini kesempatan paling berharga buat para kandidat untuk mengumpulkan pendukung.

Panitia Pemungutan suara Pemilos

Pemimpin baru

Puncak acaranya, penghitungan suara! Acaranya menegangkan, penuh kejutan dan membuat penasaran. Hasilnya, Jati Hunus mendapatkan 24 suara, Aiena 56, Habib 541, Fachrul 241, Nastiti 147, serta Lutfia 234, sehingga Habib yang terpilih sebagai ketua OSIS baru dan Fachrul sebagai wakilnya. Kemenangan ini tentu membuat para pendukung Habib dan Fachrul girang bukan kepalang karena jagoannya benar-benar terpilih.

Sayangnya, tak terduga jumlah golput atau siswa yang tak memilih, mencapai 23 suara. Mengecewakan memang, tapiyang jelas pemimpin OSIS baru telah terpilih!

Habib, sang ketua baru OSIS, memang punya pengalaman panjang dalam ajang ini. Ia dipasangkan dengan Wahid, sang kandidat wakil ketua. “Ini merupakan tugas paling besar karena sebelumnya saya dan Fachrul telah mempersiapkan diri, mulai mental, percaya diri sampai berlatih agar tidak grogi,” ujar Habib.

Ada pula persiapan membuat pamflet, poster serta aneka material kampanye lainnya. “Rencana ke depannya, kami akan meningkatkan kegiatan keagamaan, kebersihan lingkungan, saling menghormati, menggali potensi dan bakat dengan ekstrakurikuler, serta keorganisasian,” kata Habib yang disambut penuh semangat oleh Ketua OSIS periode sebelumnya, Fachrul. “Mari meraih prestasi untuk membanggakan MAN 2 Kulon Progo.” (M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More