Rayakan Imlek dengan Keragaman

Penulis: Administrator Pada: Sabtu, 17 Feb 2018, 10:58 WIB Humaniora
Rayakan Imlek dengan Keragaman

ANTARA/R. REKOTOMO

PERAYAAN Tahun Baru Imlek di Kelenteng Agung Sam Poo Kong (Gedong Batu), Kota Semarang, kemarin dimeriahkan dengan keberagaman.

Ribuan warga mendatangi tempat ibadah umat Buddha tersebut untuk menyaksikan kemeriahan Imlek.

Kelenteng Sam Po Kong merupakan bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang laksamana Tiongkok yang bernama Zheng He atau Cheng Ho, pada 1416. Tempat itu biasa disebut Gedung Batu karena bentuknya sebuah gua batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang.

Pada perayaan Imlek 2569, di lokasi itu tampil beragam seni budaya untuk menghibur pengunjung yang mulai memadati Kelenteng Sam Poo Kong sejak pukul 08.00 WIB. Penyelenggara menampilkan hiburan band Mandarin, Reog Ponorogo, modern dance, Barongsai, Tari Gambang Semarang, Drumblek, Rampak Buto, dan Angklung Kreajos yang menunjukkan keberagaman dan perpaduan budaya di Indonesia.

Bahkan, panitia perayaan Imlek juga menampilkan artis Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan (Denada) yang berkostum didominasi warna merah mengalunkan lagu-lagu berbahasa Mandarin, Jawa, dan Indonesia.

"Perayaan Imlek tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, selain mengundang artis dari Jakarta seperti Denada, mengusung konsep kesenian Jawa dan Tionghoa," kata Direktur Mahkota Enterprise--Event Organizer Imlek di Kelenteng Sam Poo Kong--J Indra Suryajaya.

Indra mengaku, pihaknya berupaya menampilkan kemeriahan perayaan Imlek dengan konsep keberagaman budaya dan ternyata mendapat sambutan yang meriah, terbukti hadirnya ribuan warga mendatangi Kelenteng Agung Sam Poo Kong, kemarin.

Keragaman budaya Jawa dan Tionghoa di Semarang sebelumnya juga tampil meriah di Pasar Imlek Semawis yang berlangsung di Pecinan Kota Semarang. Beragam kesenian dan aneka makanan dari Jawa, beberapa daerah lain di Indonesia, serta Tiongkok ditampilkan.

Kesenian Tionghoa seperti atraksi leong, naga, dan wayang petehi mendapat perhatian pengunjung yang datang ke pasar Imlek. Demikian juga kesenian Jawa, seperti Reog Ponorogo, Kuda Lumping, dan Tari Semarangan semakin menarik ditampilkan secara bergantian. (Akhmad Safuan/S-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More