Eratkan Silaturahim Antarumat Beragama

Penulis: Rendy Ferdiansyah Pada: Sabtu, 17 Feb 2018, 10:52 WIB IMLEK
Eratkan Silaturahim Antarumat Beragama

MI/BARRY FATHAHILAH

PERGANTIAN tahun penanggalan Tiongkok atau biasa disebut Imlek tidak hanya dinikmati masyarakat keturunan Tionghoa. Hal itu terlihat setiap perayaan Imlek di Provinsi Bangka Belitung.

Warga masyarakat di provinsi pecahan Sumatra Selatan itu merayakan Imlek dalam suasana kebersamaan antarumat beragama.

Memang, di provinsi ini setiap hari besar, terutama hari besar keagamaan tidak hanya dirayakan umat yang merayakan. Tradisi kebersamaan terlihat pada perayaan hari raya umat Islam, Idul Fitri, yang dimanfaatkan masyarakat nonmuslim untuk bersilaturahim.

Dalam perayaan hari besar ada tradisi silaturahim dan berbagi. Seperti yang berlangsung pada perayaan Imlek kemarin.

Silaturahim melalui perayaan hari besar keagamaan hingga kini masih terjaga dan sudah menjadi suatu tradisi.

Menariknya lagi, setiap perayaan hari besar tersebut selalu memberikan kebahagiaan pada anak-anak.

Jika pada Idul Fitri ada 'salam tempel', pada perayaan Imlek ada namanya tradisi bagi-bagi angpau. Angpau ialah sebuah amplop merah yang dihiasi dengan berbagai tulisan sebagai wadah untuk mengisi uang pecahan.

Tradisi bagi-bagi angpau pada perayaan Imlek ini hanya diperuntukkan anak-anak dan bukan pada orang-orang dewasa. Isinya pun bervariasi mulai Rp5.000 hingga Rp100 ribu.

Abak, 52, warga Jl Manunggal, Kabupaten Bangka Tengah, mengatakan setiap perayaan Imlek, ia bersama keluarga selalu menyiapkan uang untuk angpau kurang lebih Rp2 juta.

"Setiap tahun kita selalu tukar uang untuk angpau senilai Rp2 juta, nanti uang ini untuk kita bagikan kepada tamu yang datang bersama anak-anak mereka," kata Abak.

Ia mengaku setiap tahun yang datang untuk bertamu bukan hanya masyarakat Tionghoa, melainkan rekan-rekannya, muslim maupun beragama lain. "Siapa pun boleh bertamu, malah kita senang, kita ingin adanya kebersamaan dalam silaturahim tersebut," ujarnya.

Abak mengaku diri maupun keluarganya pun sering bertamu ke keluarga muslim ketika perayaan Idul Fitri maupun Idul Adha, juga ke masyarakat kristiani ketika perayaan Natal. "Kita pun selalu begitu, sering bertamu saat hari raya Idul Fitri," ungkap dia.

Tradisi bagi-bagi angpau juga dilakukan oleh keluarga Ahyung, 49, warga Pangkal Pinang. "Kita sangat senang bisa membagi anak-anak dengan angpau, sebab ini merupakan tradisi," ujarnya.

Untuk tahun ini, menurutnya, angpau yang disiapkan keluarganya lebih banyak ketimbang Imlek tahun lalu yang hanya Rp2 juta. "Rezeki kita lebih, makanya uang khusus angpau kita siapkan lebih dari tahun kemarin, mudah-mudahan angpau ini bermanfaat bagi anak-anak khususnya," ucapnya.

Ahyung mengutarakan rata-rata tamu yang berkunjung ke rumahnya biasanya membawa anak-anak mereka.

"Teman saya kebanyakan orang melayu, mereka datang semua bawa anaknya, karena yang dapat angpau hanya anak-anak bukan orang dewasa," tutur dia. (S-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More