Rakyat Ingin Tetap Jokowi

Penulis: Rudy Polycarpus Pada: Sabtu, 17 Feb 2018, 15:40 WIB Politik dan Hukum
Rakyat Ingin Tetap Jokowi

Indo Barometer

PETA politik menuju Pilpres 2019 belum banyak berubah. Berdasarkan data yang terekam dalam survei Indo Barometer di 34 provinsi pada 23-30 Januari 2018, Presiden Joko Widodo masih tak tergoyahkan dari posisi puncak dengan elektabilitas 32,7%, diikuti rival lamanya, Prabowo Subianto di angka 19,1%.

Sebanyak 57,8% dari 1.200 responden menginginkan Jokowi kembali menjadi presiden untuk kedua kali. Sebaliknya, 22,9% berpendapat sebaliknya. Sisanya, 19,3% tidak tahu atau tidak menjawab. Indeks kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi mencapai 60,4%. Angka itu menurun dari 67,2% berdasarkan survei Indo Barometer, November 2017.

Menurut Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, konstelasi politik ke depan tetap menarik meski peta koalisi bisa diprediksi. Perubahan konstelasi akan ditentukan tiga tokoh, yakni Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, serta Wapres Jusuf Kalla. "Bisa ada tiga capres bila Megawati, SBY, dan JK beraksi. Mereka itu king maker karena selalu menentukan setiap keputusan politik penting di Indonesia," ujar Qodari saat memaparkan hasil di Jakarta, Kamis (15/2).

Kekuatan utama Megawati ialah mesin PDIP yang memiliki suara terbanyak pada Pemilu 2014 dengan 109 kursi DPR. Begitu pula SBY, memiliki pengaruh dengan 61 kursi parlemen. Menurut dia, SBY tinggal menggandeng dua partai lain untuk memajukan pasangan capres-cawapres. Sementara itu, JK, meski bukan ketua umum partai, dia ialah politikus senior yang menjadi tokoh kunci di kelompok Islam. Qodari mencontohkan, JK berperan mengusulkan Anies Baswedan sebagai cagub DKI Jakarta yang akhirnya memenangi Pilkada 2017.

"Pak JK ini dengan senioritasnya, dengan lobi politiknya, memiliki kemampuan untuk mendorong calon. Beliau kalau telepon ketum partai, pasti diangkat," jelas Qodari.

Meskipun ada tiga skenario, Qodari menilai peluang Jokowi sebagai capres petahana kembali bertarung dengan Prabowo paling mungkin terjadi di Pilpres 2019. Berdasarkan hasil survei Indo Barometer terhadap tingkat kesukaan, evaluasi bersifat psikologis, ideologis, dan teknis, serta kemampuan menyelesaikan masalah di masyarakat, Jokowi paling unggul. Untuk ketiga indikator itu, Jokowi meraih poin 58%, 34,5%, dan 37%, sedangkan Prabowo, dengan dimensi penilaian yang sama, mendapatkan poin 8,4%, 15%, dan 10,5%.

Optimistis

Politikus Gerindra Aryo Djojohadikusomo optimistis atas elektabilitas Prabowo saat ini. Menurutnya, kisaran angka 21% bukan hal yang mengkhawatirkan. Pasalnya, angka itu dicapai Prabowo tanpa melalui kampanye. "Angka 21% dukungan ke Prabowo itu sangat baik. Beliau kan jarang tampil di media," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman mengatakan akan mengumumkan partai politik peserta Pemilu 2019 hari ini.

"Pada 17 (Februari) akan dilakukan rapat pleno terbuka untuk menetapkan partai politik peserta pemilu yang dinyatakan memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat untuk menjadi peserta Pemilu 2019. Parpol yang lolos sebagai peserta pemilu diharapkan mengikuti tahapan selanjutnya dengan baik," katanya.
(Nur/P-3)


 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More