Rido Nurul Adityawan Gepuk Ayam,Untung Meningkat

Penulis: Suryani Wandari putri Pada: Sabtu, 17 Feb 2018, 01:41 WIB KICK ANDY
Rido Nurul Adityawan Gepuk Ayam,Untung Meningkat

MI/PERMANA

KULINER pedas memang sedang digandrungi masyarakat belakangan ini. Beberapa gerai bahkan menyediakan menu masakan dengan tingkatan pedas sesukanya. Fenomena ini pun dibaca dengan cermat oleh Rido Nurul Adityawan untuk menjadikan sebuah peluang usaha.

Nasib memang tidak pernah ada yang tahu, bahkan Rido tidak pernah membayangkan dirinya bisa sukses dalam berbisnis seperti sekarang. Pria kelahiran Magelang, 29 Januari 1988 itu melewati banyak lika liku kehidupan sebelumnya. Bapak satu anak ini pernah menjalani profesi tukang cuci motor, ternak lele. Sayangnya usaha ternak lelenya terpaksa gulung tikar akibat bencana merapi. Ia pun terlilit utang hingga Rp200 jutaan akibat usahanya bangkrut.

"Cari duit susah, saya melamar ke banyak perusahaan dengan tujuannya bukan mengejar karier, tapi cari modal usaha," kata Rido. Pengalaman itu membentuk mental pengusaha yang kuat.

Selama dua tahun lebih Rido bekerja menjadi karyawan di Kalimantan. Namun, tekadnya banting setir dari karyawan menjadi pengusaha mulai terlihat titik terang. Berawal dari kegemarannya memasak, dan ilmu bisnis yang dipelajarinya semasa kuliah, ia memberanikan diri mengundurkan dari tempat kerjanya dan membuka warung Ayam Gepuk Pak Gembus di pinggir Jalan Pesanggrahan, Jakarta Barat.

Pengusaha lulusan Politeknik Negeri Semarang ini memulai usaha ayam gepuknya pada Oktober 2013. Nama Gepuk sendiri berarti dipukul, sedangkan Gembus berasal dari nama panggilan kecilnya. Ia selalu bersyukur dengan apa yang didapatkannya, bahkan di enam bulan pertama ia senang dapat pelanggan meskipun jumlahnya sedikit.

"Terjual 4-10 porsi setiap harinya saja saya sudah senang karena itu dijadikan sewa tempat dan lainnya," kata Rido.

Kini, usaha kaki lima yang bergambar ayam membawa pentungan itu bisa menjual sedikitnya 13 ribu ekor ayam dalam sehari, dengan harga satu porsi Rp18 ribu.

Berbekal pengetahuan bisnis yang dimilikinya, pada 2015 ia menerapkan skema bisnis waralaba pada bisnisnya tersebut.

"Awalnya saya tidak mengerti apa-apa mengenai bisnis waralaba hingga akhirnya saya belajar dan coba ke satu orang, kini banyak yang minta untuk dibuatkan franchise di beberapa tempat," kata Rido.

Jumlah cabang ayam gepuk miliknya sekarang sudah mencapai 640 warung yang tersebar hampir di seluruh kota besar di Indonesia, hingga Malaysia dan Singapura. "Rencananya kami akan buka di Filipina, Taiwan, Hong Kong, hingga Thailand," lanjut Rido

Berkat kegigihan dan pengalamannya dalam berdagang, hanya dalam waktu 5 tahun, ia mengembangkan usahanya dengan pesat melalui waralaba Ayam Gepuk Pak Gembus. Hal ini mengantarkan ia menjadi salah satu pengusaha muda tersukses di Indonesia.

(M-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta sekolah untuk melakukan pengecekan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal itu dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan SKTM agar diterima di sekolah negeri. Pasalnya, dalam Permendikbud 14/2018 tentang PPDB disebutkan kuota minimal untuk siswa tidak mampu sebanyak 20%. Apakah Anda setuju pihak sekolah harus melakukan pengecekan dan tidak langsung menerima begitu saja SKTM tanpa verifikasi ke lapangan?





Berita Populer

Read More