Berbagi kepada Sesama

Penulis: Rosmery Sihombing Pada: Kamis, 15 Feb 2018, 10:00 WIB IMLEK
Berbagi kepada Sesama

Marco Hidayat, perwakilan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul---ANTARA/HO/Nani

PAGI itu wajah kaum ibu di RT1 6/RW 08, Kampung Tanjung Burung Beting, Teluk Naga, Tangerang, berseri dan bahagia. Sebanyak 160 warga yang tinggal di pinggir kali Cisadane itu tampak antre menerima bantuan langsung tunai (BLT) Rp1 juta per KK. Para ibu terlihat berjejer rapi. Ada yang berusia lanjut, ada ibu antre sambil menggendong anak, dan para perempuan remaja sibuk berswafoto bareng aktor Fanny Fadillah atau pemeran Ucup di Bajaj Bajuri yang memang asli Tangerang.

Sementara itu, ibu RT sibuk menyuruh warga memetik kelapa untuk disuguhkan kepada para tamu. Tidak sampai 1 jam pembagian BLT pun selesai.

“Alhamdulillah, buat beli seragam, sepatu, dan buku anak-anak sekolah. Minggu lalu kan dapat banjir kiriman hancur semua, rusak,” kata ibu sambil menggendong anak balitanya seusai menerima bantuan dari Marco Hidayat, mewakili PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, kemarin (Rabu, 14/2).

Dari RT 16/RW 08, pemberian bantuan pun berpindah ke Wihara Attha Naga Vimutti di RT06/RW03. Di sana, 90% warga keturunan Tionghoa (Tiongkok Benteng) dan beragama Buddha. Di wihara yang dibangun pada 2007 itu, tim Sido Muncul peduli memberikan bantuan 100 paket sembako dan obat herbal senilai Rp70 juta.

Menurut Kepala Desa Tanjung Burung Beting, Idris Effendy, wilayahnya terdiri atas 16 RT dan 8 RW dengan total penduduk sekitar 11 ribu jiwa. Sebanyak 20% di antaranya keturunan Tionghoa beragama Buddha, 4% nasrani, dan sisanya muslim.

“Di sini warga sudah membaur, tidak memandang agama dan etnik. Kalau perayaan Imlek dan Cap Go Meh warga muslim pun saling bersilahturahim. Ayah saya sendiri asli keturunan Tionghoa sini,” kata Idris yang tampak begitu akrab dengan warganya.

Lebih lanjut, lulusan S-1 pendidikan dan S-2 di bidang manajemen itu mengatakan sebagian besar warga berprofesi sebagai nelayan, buruh tambak, petani, dan sebagian kecil pedagang.

“Tetapi yang tingkat perekonomiannya agak di bawah adalah warga RT 16/RW 08 dan paling sering kena banjir kiriman dari Jakarta, Bogor, maupun banjir rob. Kalau banjir air bisa setinggi 100 cm,” tambah Idris lagi.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Wihara Attha Naga Vimutti, Jumardi Supardiman, mengatakan wihara tersebut dipakai secara bersama oleh umat Buddha dengan tiga aliran berbeda. “Kita sama-sama merawat. Waktu kebaktiannya saja yang berbeda. Jumlah umat juga semakin bertambah,” kata Jumardi. (Ros/S-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More